Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

PPP Apresiasi Putusan PTUN Tolak Gugatan HTI

08 Mei 2018 - 20:29:18 | 190

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta yang menolak gugatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Karena jika melihat dari konteks menjaga negara berbasis empat konsensus dasar bernegara, terdapat faktor yang menjadi alasan putusan tersebut.

“Pengadilan sudah benar ketika melihat persoalan pembubaran HTI ini tidak dinilai hanya dari sisi hukum administrasi pemerintahan saja namun dilihat juga dari konteks menjaga negara yang berbasis empat konsensus bernegara,” ujar beloiau, Selasa (8/5/2018).

Selain itu, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP tersebut juga menilai, putusan PTUN DKI Jakarta tersebut memberikan dampak positif bagi terjaganya keutuhan empat konsensus bernegara. Pihaknya berharap apabila ada upaya hukum selanjutnya maka pengadilan yang lebih tinggi tidak mengubah keputusan sebelumnya.

Menurut Arsul Sani, ditolaknya gugatan HTI oleh PTUN Jakarta dengan pertimbangan hukum yang terkait dengan komitmen dan penerimaan terhadap empat konsensus bernegara, sebagaimana dinyatakan dalam pertimbangan putusan tersebut.

“Pertimbangan PTUN menunjukkan bahwa ketiga cabang kekuasaan di Indonesia yaitu eksekutif, legislatif maupun yudikatif punya sudut pandang dan posisi hukum yang sama terkait ormas yang menolak 4 konsensus bernegara dan hendak membawa sistem bernegara dan berbangsa lainnya,” ungkap beliau.

Senada dengan itu, Arsul Sani juga menambahkan, bahwa putusan PTUN tersebut adalah langkah Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) mencabut badan hukum HTI dibenarkan oleh pengadilan.

“Memang tidak perlu ada eksekusi lagi karena pembubarannya sudah dilakukan dengan SK yang digugat tersebut. Sehingga kalau ada langkah banding, SK tersebut tetap mengikat kecuali nanti dibatalkan,” pungkas beliau. (Ch)