Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

PPP Konsisten Usulkan KH Maruf Amin dan Clue-Clue Ketum

10 Agustus 2018 - 17:46:27 | 304

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy mengaku bersyukur atas terpilihnya KH Maruf Amin sebagai cawapres yang akan mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Sebelumnya ia mengaku sudah menyampaikan kemungkinan Kiai Maaruf Amin (KMA) yang akan terpilih menjadi cawapres Jokowi.

"Seperti yang sudah pernah saya sampaikan di Twit saya 10 Juli lalu, Inisial M yang akhirnya dipilih adalah Kiai Maruf Amin," kata Gus Rommy dalam keterangan tertulis, Jumat (10/8/2018).

Dalam cuitannya tersebut, Gus Rommy mengatakan keunggulan KH Maruf Amin adalah mampu menjembatani seluruh koalisi. Ia juga merupakan pemimpin tertinggi dalam Nahdlatul Ulama dan disegani komponen gerakan 212.

"Keempat, KMA adalah juga seorang yg paham ekonomi. Beliau anggota Dewan Ekonomi Syariah. Seluruh gerakan politik Islam yang pro ekonomi syariah niscaya akan menjadi strong supporter bagi beliau," kicau ketum parpol milenial ini, saat itu.

Sejak Desember 2017 lalu, PPP memang secara konsisten mengusulkan Maruf untuk mendampingi Jokowi. Gus Rommy menilai posisi Maruf Amin menjadikannya figur yang dihormati seluruh ormas Islam. Selain itu, Maruf dianggap punya kemampuan di bidang ekonomi.

Jika diperhatikan belakangan ini, Rommy memang menjadi sosok yang selalu memberikan bocoran soal calon pendamping Jokowi di 2019. Berikut tanda yang sejauh ini pernah disampaikan Rommy tentang sosok KH Maruf Amin.

  • Munculkan Nama KMA pada Desember 2017
  • Ketum PPP ini pernah sebut nama KMA sosok yang diusulkan sebagai cawapres jauh-jauh hari, yaitu pada Desember tahun lalu.

  • Umumkan 10 Nama, Hanya KMA yang Dijelaskan Secara Panjang
  • Pada 10 Juli 2018, Gus Rommy untuk pertama kalinya mengumumkan kepada publik, 10 nama bakal Cawapres Jokowi. Mereka adalah KMA, Mahfud MD, Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, Din Syamsuddin, Sri Mulyani, Susi Pudjiastuti, Moeldoko, Chairul Tanjung, dan Rommy sendiri.

    Dari 10 nama tersebut hanya KMA yang diuraikan keunggulannya pada 10 Juli, sementara yang lainnya tidak.

    Menurut Rommy, KMA cocok menjadi cawapres karena memiliki enam keunggulan. Keunggulan itu adalah menjadi pemimpin ormas terbesar Indonesia (NU), dihormati seluruh ormas Islam, punya kemampuan di bidang ekonomi, pengalaman sebagai politisi dan berasal dari keluarga ulama ternama di Indonesia.

  • Sebut insial “M” dengan KMA yang Pertama
  • Pada Rabu 8 Agustus lalu, Gus Rommy menyampaikan bahwa cawapres Jokowi berinsial M. Ia pun menyebuat dua nama dari insial M itu yaitu KMA dan Mahfud MD. Dari dua nama itu, KMA lah yang disebut pertama kali.

    "Begini, kalau kita lihat parpol atau non-parpol merupakan preferensi karena misalkan Kiai Maruf Amin, M juga awalannya. Maruf Amin ini pernah jadi Ketua Fraksi PPP DPRD DKI, pernah jadi anggota DPR PKB. Mahfud Md juga pernah menjadi deklarator PAN, jadi Menhan atas nama PPP pada 1999, pernah juga jadi anggota DPR RI PKB. Jadi partai atau non partai tak jadi soal karena yang mengusung ini parpol. Jadi pada dasarnya semua partisipasinya punya sejarah," jelas beliau.

  • Insial “M” Mengunjungi Istana
  • Pada Rabu 8 Juli siang, Gus Rommy kembali menyebut KMA sebagai cawapres. Hal itu terlihat dengan mentautkan berita tentang KMA yang mengujungi Istana Merdeka. “Nah...M...," kicau Gus Rommy sambil memperlihatkan KMA yang sedang berada di komplek Istana.

  • Kode Mengurus Surat Pernyataan Tidak Pailit di PN Jakarta Pusat
  • Pada Kamis (9/8/2019) siang, Gus Rommy kembali menyampaikan sebuah sinyal kuat. Saat itu ia menyebut dalam akunTwitternya bahwa cawapres sedang mengurus surat pernyataan tidak pailit di PN Jakarta Pusat.

    "Kalau ada yang barusan cek ke PN Jakarta Pusat dan menemukan saya sudah buat pernyataan tidak pailit, itu karena company saya sedang aplikasi kredit lho ya, hehehe," kicau Gus Rommy.

    Gus Rommy sendiri mengaku memiliki kedekatan dengan KH Maruf Amin. Dalam berbagai kesempatan, Ketua MUI itu hadir bersama Rommy di acara partai dan juga acara kenegaraan.

    Putra KH Tholhah Mansoer itu bahkan pernah mengundang Ketua Rois Syuriah NU ini ke Pondok Pesantren As-Sunni Darusslam miliknya, di Dusun Tempelsari Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta.

    "Selain di berbagai acara PPP, saya juga pernah mengundang Kiai Maruf Amin ke pondok saya di Yogyakarta," tandasnya. (red, Sk)