Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

PPP Menerima Aduan Korban Jamaah First Travel

18 Agustus 2017 - 17:41:47 | 551

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Para calon jemaah umrah First Travel siang ini mendatangi gedung DPR untuk meminta kejelasan nasib mereka. Mereka mengadu ke Anggota DPR Fraksi PPP Komisi VIII. Aduan tersebut diakomodir dan dijanjikan pemecahan secepatnya.

"Saya ingin ketemu Komisi VIII, perwakilan dari fraksi PPP. Perwakilannya siapa saya juga belum tahu nanti," ujar salah seorang calon jemaah First Travel, Faizah (65) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/8/2017).

Salah satu calon jama’ah umrah First Travel,  Faizah mengatakan, jemaah akan diterima langsung oleh perwakilan dari Kementerian Agama. Dari sejumlah jemaah yang hadir, hanya beberapa perwakilan yang akan ditemui Anggota DPR Komisi III Fraksi PPP dan Kementrian Agama.

"Banyak sekali yang akan datang, tapi mungkin yang akan diterima nggak sebanyak itu, agar lebih mudah berdialog, kita melalui perwakilan saja, ada yang dikabarkan 100 sampai 200 orang mau datang. Kayak saya saja yang mau datang 100 orang tapi belum ketemu dengan jemaah-jemaah lainnya." paparnya.

Menanggapi pengaduan tersebut, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PPP, Mukhlisin meminta pemerintah dalam hal Kementerian Agama (Kemenag) untuk tidak lepas tanggung jawab atas permasalahan yang membelit First Travel.

"Oleh karena itu, PPP mengimbau pemerintah untuk memanggil para pihak dalam rangka mencari solusi terbaik bagi jamaah yang menjadi korban, terutama terkait dengan kemungkinan keberangkatan ibadah umrah mereka dialihkan kepada PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) lain," ungkapnya kepada wartawan di ruang rapat Fraksi PPP di Gedung Nusantara I DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Menurut Mukhlisin, meskipun izin First Travel sudah dicabut dan pemiliknya sudah menjadi tersangka, namun pihaknya meminta Pemerintah agar tetap menjamin bahwa pembekuan First Travel tak merugikan calon jamaah yang telah membayar ongkos perjalanan umrah.

"Kami dari Fraksi PPP siap duduk bersama pemerintah, jamaah yang menjadi korban, pihak First Travel dan pihak-pihak lain dalam rangka mencari solusi agar para jamaah ini bisa berangkat menunaikan ibadah umrah dengan aman dan tenang," ujarnya.

Selain itu, Mukhlisin menambahkan, pihaknya juga mendesak aparat kepolisian untuk terus mengusut dugaan penipuan ini sampai tuntas. Sehingga, tidak ada lagi kasus-kasus penipuan serupa di kemudian hari.

"Fraksi PPP juga berupaya mendesak, agar aparat penegak hukum tak boleh kendor untuk terus memproses First Travel dengan seadil-adilnya, dan menelusuri aset-asetnya demi pengembalian dana jamaah yang telah menjadi korban," katanya tegas. (oky)