Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

PPP Minta Aparat Lebih Hati-hati Tangani Kasus Ujaran Kebencian

01 Juni 2018 - 13:28:34 | 173

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta Aparat Penegak Hukum (APH0) lebih hati-hati dalam menangani kasus dugaan ujaran kebencian. Pernyataan tersebut disampaikan Sekretrais Jenderal PPP, Arsul Sani menanggapi vonis bebas yang diberikan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) kepada Alfian Tanjung.

"Nah ini memberikan pelajaran kepada penegak hukum agar di dalam melakukan proses-proses penegakan hukum yang atas pasal-pasal perbuatan yang sifatnya kualitatif, agar lebih hati-hati," ujar Arsul Sani di Gedung DPR Senayan Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Adapun kualitatif yang dimaksudnya adalah abstrak. "Beda dengan orang memukul, menganiaya, orang membunuh, itu kan kuantitatif namanya, tindak pidananya jelas," jelas Anggota DPR RI yangh duduk di Komisi Hukum ini.

Lanjut Arsul Sani menyarankan, agar aparat penegak hukum memperluas proses hukumnya jika kembali menangani kasus dugaan ujaran kebencian. Salah satu contohnya dengan gelar perkara.

"Yang kedua, meminta keterangan saksi ahli yang lebih banyak. Karena itu kan kualitatif," katanya.

Sebab, menurut Arsul, pembuktian bersalah atau tidaknya seseorang dalam kasus dugaan ujaran kebencian itu tergantung dari makna bahasanya. "Jadi itu harus lebih hati-hati, due process of law nya itu harus dijalankan dengan lebih berhati-hati lagi. Cara berhati-hati nya adalah ya harus digelar perkara dengan melibatkan banyak ahli," pungkas Sekjen PPP, Arsul Sani. (Af)