Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

PPP Minta Komnas HAM Selidiki Rusuh Mako Brimob

09 Mei 2018 - 13:46:27 | 74

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengungkapkan, pihaknya menghimbau agar pihak kepolisian menggandeng Komnas HAM untuk menyelidiki penyebab kerusuhan yang terjadi.

Arsul Sani mendapat informasi simpamg siur kalau yang melakukan kerusuhan tersebut adalah napi terorisme. Jika benar, pihaknya meminta keamanan di Mako Brimob dievaluasi.

“Jika benar akar persoalannya adalah dari tahanan terorisme yang mau merebut senjata petugas, maka ya mesti evaluasi terhadap standar pengamanan untuk mengantisipasi tidak terulangnya kejadian serupa,” ungkap beliau, Rabu (9/5/2018).

Selain itu, pihaknya juga meminta agar Polri segera menjelaskan akar persoalan yang melatarbelakangi kerusuhan di Rutan Mako Brimob.

“Jika perlu hari ini juga mengundang Komnas HAM untuk turut menginvestigasi kejadian yang sebenarnya. Sehingga penjelasannya akan lebih kredibel di mata publik,” ujar beliau.

Sejak pukul 01.00 Rabu (9/5), Polri menyatakan penanganan situasi rusuh di Mako Brimob dalam status masih dalam proses. Sehingga, Polri pun meminta doa kepada masyarakat karena masih melakukan sejumlah upaya termasuk melakukan pendekatan lunak.

“Saya membenarkan bahwa ada insiden di dalam. Di mako brimob kelapa dua. Ada dugaan tahanan ribut dengan beberapa petugas. Saat ini, kami sedang melakukan tindakan-tindakan kepolisian, baik soft approach, maupun tindakan-tindakan lain. Saat ini, sedang berproses,” ujar Karopenmas Polri Brigjen M. Iqbal.

Kendati penanganan terhadap situasi di Mako Brimob masih dilakukan, Iqbal meminta masyarakat tetap tenang. Informasi-informasi yang berseliweran di media sosial, diminta tak perlu dipercaya.

“Pada kesempatan ini, juga kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang. Tidak terhasut dengan semua informasi yang ada di media sosial yang sudah beredar,” pungkas beliau. (Ch)