Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

PPP Minta Usut Peredaran Buku 'Yerusalem Ibukota Israel'

13 Desember 2017 - 15:50:48 | 396

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Beredarnya buku ajar IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) kelas 6 SD dengan muatan keterangan Yerusalem merupakan Ibukota Israel begitu meresahkan, karena bertentangan dengan semangat Pancasila dan UUD 45. Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati meminta agar aparat penegak hukum turun tangan mengusut peredaran buku tersebut.

"Mendesak kepada aparat penegak hukum untuk menyelidiki proses produksi buku tersebut yang jelas-jelas telah meresahkan masyarakat, dan bertentangan dengan spirit Pancasila dan UUD 1945. Kontrol terhadap produksi buku tersebut sangat lemah, baik di sisi internal penerbit maupun di eksternal penerbit seperti pihak sekolah dan pemerintah," ujar Reni dalam keterangan persnya, Rabu (13/12/2017).

Reni menyebut, peredaran buku IPS yang dimulai sejak 2008 itu, merupakan tindakan fatal dan ceroboh. Penerbit Yudhistira selaku pihak yang menerbitkan buku itu telah meminta maaf dan memberikan penjelasan. Menurut Reni, penjelasan Yudhistira disebut Reni tidak jelas.

Reni menilai, Yudhsitira dengan pengakuan tidak tahu kalau data yang dipakai di buku IPS tersebut tidak diakui oleh dunia internasional, merupakan bentuk keengganan untuk bertanggung jawab.

"Ada kesan penerbit cuci tangan atas masalah tersebut. Harusnya tidak sekedar merevisi materi buku ajarnya, namun menarik seluruh buku yang beredar di pasaran dengan mengganti buku baru hasil revisi," kritik tegas Anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati. (Af)