Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

PPP Perhatikan Masalah Kematian Bayi dan Gizi Buruk

07 Mei 2018 - 14:56:07 | 145

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan di parlemen menyoroti angka kematian bayi serta masalah gizi buruk (stunting) di tanah air, khususnya di Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Anggota Komisi IX DPR RI Okky Asokawaty membeberkan, berdasarkan data profil kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Babel, angka kematian bayi dan balita (Akaba) di Kabupaten Belitung paling tinggi di Provinsi Babel.

“Untuk kematian bayi mencapai 14 bayi per 10 ribu kelahiran, kemudian balita 12 anak per 1.000 anak. Bila hal ini dibiarkan berlarut-larut, program generasi emas 2035 yang telah dicanangkan pemerintah tidak akan tercapai,” ungkap Okky di sela-sela Tim Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI menggelar diskusi dengan jajaran Pemkab Belitung, di Kantor Bupati Belitung, Lesung Batang, Babel, Rabu (2/5/2018).

Lanjut Okky menjelaskan, angka kematian yang tinggi memiliki hubungan dengan persentase cakupan kunjungan ibu hamil yang rendah, serta kurangnya tenaga bidan yang memiliki kompetensi. Okky juga mempertanyakan evaluasi program 1.000 hari kehidupan hingga intervensi pihak terkait dalam menekan kasus stunting di Belitung.

“Apa yang saya temukan ternyata di Belitung ini belum ada klinik Therapeutic Feeding Centre (TFC). Karena bagaimanapun kurang gizi walaupun satu orang harus diperhatikan secara serius,”  jelas Okky.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Belitung Suhandri mengatakan program 1000 hari kehidupan sudah dilaksanakan. Siklus mulai terjadi kehamilan hingga pasca melahirkan pun telah dikawal.

“Selama menyusui ada program pemberian ASI eksklusif dan promosi menyusui terhadap ibu. Sehingga ibu tidak memberikan makanan pengganti ASI sebelun usia enam bulan,” ungkap Kadinkes Suhandri. (Af)