Logo PPP

DEWAN PENGURUS PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

PPP: Pertemuan Tujuh Parpol Inginkan Pemilu Proposional

09 Juni 2017 - 11:23:30 | 518

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - JAKARTA -- Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan pertemuan tujuh pimpinan partai politik pada Rabu (7/6) malam kemarin, bertujuan untuk memastikan Pemilu di Indonesia yang sedang dibahas dalam Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu tidak jauh dari sifat proporsionalitas.

"Ini koalisi berbasis kesamaan nasib sebagai partai papan tengah. Koalisi ini semata-mata bertujuan agar pembahasan RUU Pemilu tidak jauh dari sifat proporsionalitas," kata pria yang akrab disapa Romi di Jakarta, Jumat (9/6).

Romi menjelaskan ada beberapa usulan dalam pembahasan RUU Pemilu yang menguntungkan partai-partai besar misalnya usulan ambang batas parlemen dinaikkan signifikan, alokasi kursi per daerah pemilihan diperkecil menjadi 3-8 atau 3-6, dan metode konversi suara ke kursi diubah.

Romi menegaskan kalau hal-hal itu disepakati maka akan terjadi disproporsionalisasi sistem pemilu Indonesia padahal konsensus sejak Indonesia melaksanakan pemilu adalah menganut sistem proporsionalitas.

"Sejak awal pelaksanaan Pemilu, sistem yang digunakan adalah proporsionalitas karena dengan demografi Indonesia hanya mungkin menggunakan sistem proporsional," ujarnya.

Menurutnya, usulan beberapa partai besar itu hanya menjauhkan sistem proporsional namun mengarah pada sistem distrik sehingga itu menjauhi kodrat pelaksanaan sistem pemilu yang sudah sembilan kali digelar.

Romi mengatakan dalam pertemuan tujuh pimpinan parpol pada Rabu (7/6) itu tidak ada kesepakatan apapun hanya berbagi pemahaman satu dengan lainnya agar pengambilan keputusan di RUU Pemilu dengan musyawarah dan mufakat.

"Tidak elok membahas nasib masa depan bangsa Indonesia dalam iklim demokrasi dilakukan dengan cara voting," katanya.

Sebelumnya, pimpinan tujuh partai politik di DPR RI berkumpul di kediaman dinas Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan pada Rabu (7/6) malam.

Tujuh petinggi parpol itu adalah Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Hanura Oesman Sapta Odang, Ketum PPP Romahamurmuziy, Presiden PKS Sohibul Iman, dan Ketua Fraksi Demokrat Eddhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. (REPUBLIKA.CO.ID/TN)