Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

PPP Sebut Masih Terbuka Lebar Duet Jokowi-Prabowo

16 April 2018 - 15:26:37 | 32

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menungkapkan, sampai saat ini peluang untuk menduetkan Presiden Joko Widodo dengan Prabowo Subianto masih terbuka untuk menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Beliau menanggapi, hal itu adalah upaya agar Jokowi menggandeng Prabowo sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) nantinya.

“Saya ingin katakan, kalau dalam politik segala sesuatu tak pernah tertutup opsinya sampai dengan resmi terdaftar,” ujar beliau, Senin (16/4/2018).

Selain itu, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP pun mengatakan, ada kemungkinan di internal Gerindra muncul pihak yang tak menginginkan Prabowo maju sebagai Calon Presiden (Capres). Bisa jadi usulan pihak tersebut yang nantinya dimenangkan dan dilirik oleh Prabowo.

Lagi pula, imbuh beliau, partainya tak masalah jika opsi Prabowo menjadi Cawapres terwujud bila yang diutamakan adalah semangat persatuan nasional.

“Jadi tentu bagi PPP, sepanjang nanti argumentasi dan perkiraan-perkiraan politik akan membuat pilpres lebih baik, tidak menimbulkan pecah belah bangsa, saya kira ya itu opsi yang memang tetap harus dibuka. Paling tidak itu dari sisi PPP,” ujar beliau.

Diketahui sebelumnya, Ketua Umum Partai (Ketum) Dwan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, M. Romahurmuziy mengungkapkan, Presiden Jokowi sempat menanyakan pendapatnya jika nantinya menggandeng Prabowo sebagai Cawapres pada Pilpres 2019 mendatang. Hal itu, disampaikan beliau saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP di Hotel Patra, Semarang, Jumat (13/4/2018).

Ketum Romahurmuziy menyebut, pihaknya menyambut baik ide Presiden Jokowi tersebut. Sebab, menurut Ketum Romahurmuziy, sosok Prabowo juga mengapresiasi tawaran Jokowi. Beliau menyampaikan, saat itu Prabowo merasa terhormat karena mendapatkan tawaran dari Presiden Jokowi untuk menjadi Cawapres.

“Dua pekan lalu, Prabowo mengirim utusan ke Jokowi untuk menanyakan kelanjutan tawaran Cawapres. Namun, Presiden Jokowi belum bisa menjawab karena masih harus mendengar masukan dari semua Ketum parpol yang beberapa di antaranya masih berada di luar negeri atau masih disibukkan urusan partai,” pungkas beliau. (Ch)