Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

PPP Tanggapi Soal Kerugian Pertamina

10 November 2017 - 16:32:32 | 198

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - PT Pertamina berpotensi kehilangan pendapatan perseroan hingga Rp 19 triliun di bawah pimpinan Elia Massa Manik, selama periode Januari-September 2017.

Menghadapi defisit tersebut, Direktur Utama Massa Manik justru sering menyalahkan pemerintah atas kerugian yang menimpa Pertamina. Respon banyak pihak menanggapi Dirut Pertamina itu pun berdatangan, salah satunya dari Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) Joko Purwanto.

“Keluhan yang disampaikan (Massa Manik) sangat tidak tepat. Hidup itu harus selalu optimis,” sindir Joko Purwanto menanggapi sikap Pertamina di bawah pimpinan Elia Massa Manik.

Lanjut Joko Purwanto memberi penekanan, dari pada Pertamina berkeluh kesah, alangkah baiknya memikirkan cara untuk terus berbenah diri dan berkembang, untuk bisa menjadi perusahaan kelas dunia yang mampu bersaing.

“Pertamina harus terus berbenah diri dan terus melakukan pengembangan kualitas produknya,” tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah kalangan seperti Direktur Eksekutif Center of Energy Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman dan Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) Faby Tumiwa juga mengkritik keras kepemimpinan Massa Manik di Pertamina.

Yusri Usman berkomentar, manajemen Pertamina di bawah kendali Massa Manik saat ini dinilai kurang kreatif dan lebih banyak berkeluh kesah. “Bahkan dia (Massa Manik) cenderung terus menerus menyalahkan pemerintah.”

Faby Tumiwa pun menegaskan, Pertamina merupakan BUMN dan harus siap menerima penugasan dari pemerintah.

“Sebagai BUMN harus siap. Pertamina sebagai perusahaan kelas dunia seharusnya dapat memperbaiki diri di beberapa sektor, seperti pelayanan SPBU dan peningkatan kualitas BBM. Hal itu, jauh lebih baik daripada mengeluh,” tegasnya. (Oky)