Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

PPP Tengah Konsentrasi untuk Pendaftaran Pemilu 2019

08 Oktober 2017 - 14:08:39 | 403

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah berkonsentrasi dalam pendaftaran sebagai parpol peserta Pemilu 2019. Maka dipastikan sementara waktu proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 akan ditunda. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP juga tengah mengevaluasi kinerja Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) selama berjalannya proses pendaftaran parpol peserta pemilu.

"PPP untuk sementara waktu menunda proses Pilkada karena fokus pada pendaftaran peserta pemilu 2019. Jika tidak bisa melengkapi, maka SK Pilkada tidak diberikan " ujar Wakil Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu DPP PPP, M Qoyum Abdul Jabbar, Minggu (8/10/2017).

Beliau menegaskan bagi DPC dan DPW yang ikut Pilkada, diharuskan menyelesaikan kelengkapan persyaratan pendaftaran. Sampai saat ini waktu yang tersisa 10 hari lagi melengkapi dokumen persyaratan pendaftaran parpol. Pasalnya  masih ada beberapa DPW dan DPC yang belum melengkapi. 

"Beberapa DPW dan DPC masih terpantau belum melengkapi seluruh dokumen persyaratan pendaftaran parpol," ungkap Qoyum.

DPP PPP pun akan memaksimalkan waktu yang tersisa sekitar 10 hari lagi untuk melengkapi berbagai dokumen dan persyaratan Pemilu 2019.

Langkah PPP tersebur sesuai apa yang disampaikan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Viryan terakait mekanisme untuk mendaftar sebagai calon peserta Pemilu serentak 2019 mendatang. Mekanisme tersebut diantanya wajib untuk mengisi data partai pada Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) KPU RI.

"Kenapa harus ‘entry’ data dulu di Sipol dan baru bisa daftar, karena dengan begitu tidak ada lagi kondisi salah paham, sudah lengkap," kata Viryan di kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Viryan menegaskan semua parpol yang akan mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2019 wajib dan tidak terkecuali harus mengisi Sipol terlebih dulu. Jika parpol tidak bisa melengkapi 100 persen data kepartaiannya di Sipol, maka akan gugur tak bisa ikut Pemilu 2019. (ZA)