Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

PPP Ungkap Kebohongan Isu PKI

17 April 2018 - 16:27:25 | 188

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengungkap kebohongan isu komunis atau PKI yang disematkan pada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy.

"Isu komunis itu buatan, mulai dan hanya untuk kepentingan Pilpres 2014 serta disebarkan masif pertama kali oleh Tabloid Obor Rakyat, yang disebar ke pondok-pondok pesantren dan masjid seluruh Indonesia. Saya tahu persis karena saya berada di Tim Pemenangan Prabowo-Hatta saat 2014," kata Romahurmuziy, Selasa, (17/4/ 2018).

Gus Rommy sapaan akrabnya, mengatakan, bukti hoax dan palsunya Obor Rakyat adalah pemred dan redpelnya sudah divonis penjara pada tanggal 22 November 2016. Selain itu Gus Rommy mengungkapkan, saat Gerindra, PKS, dan PAN bersama PDIP mengusung Jokowi sebagai Wali Kota Solo 2010, tidak pernah ada isu PKI.

"Posisi politik PPP selalu berhadapan dengan Jokowi, baik Pilwali Solo 2005, Pilwali Solo 2010, Pilgub DKI 2012, dan Pilpres 2014. Artinya, jelas-jelas kami tidak dalam posisi memproduksi isu itu. Kalau kami yang memproduksi itu, pasti sudah kami lakukan pada 2005, 2010 dan 2012 sebagai pihak yang jelas berhadapan," terang cicit ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama (NU) K.H. Wahab Chasbullah itu.

Pada Pilkada Solo 2010, Romahurmuziy mengatakan, saat itu PPP mengusung calon selain Jokowi. Namun, isu PKI saat itu tak pernah muncul. Dengan demikian, kata Ketum PPP, isu PKI jelas bukan berasal dari partai yang tak mengusung Jokowi di Pilkada Solo 2010.  Romahurmuziy menambahkan, jika isu itu berasal dari PPP dan partai lain yang tak mengusung Jokowi di Pilkada Solo 2010, tentunya sudah muncul jauh sebelum Pilpres 2014.

"Kita perlu menjelaskan agar kader-kader PPP yang masih disesatkan orang dengan pemahaman bahwa Jokowi itu berbau komunis mendapat penjelasan yang rasional bahwa dukungan PPP ke Jokowi 2019 murni karena pribadinya yang bersahaja,"jelasnya.

"Beliau berangkat dari dan dekat dengan rakyat, kinerjanya nyata terukur, dan jelas tak ada hubungannya dengan komunis," tuntas Ketum PPP, M. Romahurmuziy. (Oky)