Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Ridwan-Uu Dinilai Saling Melengkapi di Jawa Barat

11 Januari 2018 - 14:32:42 | 364

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Setelah resmi berdampingan Ridwan Kamil dengan Uu Ruzhanul Ulum di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat, nama kedua calon itu semakin populer di tengah masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Barat.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai duet RINDU (Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum) merupakan duet yang secara komposisi bisa saling mengisi, dan berpotensi besar mengambil hati rakyat.

"Jadi ini komposisi yang saling mengisi ya, katakanlah RK mengisi di perkotaan atau mengambil basis masa kota, dan Uu mengambil massa dari orang desa," kata Ujang, Kamis (11/1/2018).

Menurut Ujang, partai-partai koalisi memutuskan Uu menjadi pasangan Ridwan Kamil, adalah keputusan tepat. Karena kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mempunyai basis massa kuat khususnya di wilayah selatan.

"Jadi kehadiran Uu untuk mengambil suara di wilayah selatan, karena PPP juga basis massa di Selatan sangat kuat," ujar Ujang.

Selain itu, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini melihat Ridwan Kamil dan Uu mempunyai latar belakang pesantren. Sehingga menjadikan faktor penting dalam merebut hati masyarakat di Jawa Barat.

Diketahui di Jawa Barat sendiri sangat kental dengan pesantren dan kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

“Jadi bagaimanapun masyarakat di Jawa Barat adalah masyarakat NU dan kalangan pesantrennya kuat," paparnya.

Sosok mereka yang masih muda juga dapat menarik kaum milenial di Jawa Barat.

Apalagi saat menjadi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil selalu berinteraksi lewat media sosial dengan prestasi-prestasinya.

"Mereka ini bisa menggaet dukungan, apalagi Ridwan Kamil sudah lama bergerak di media sosial, dan Ridwan Kamil dianggap sebagai tren anak muda," tuturnya.

Tidak hanya itu, Ridwan Kamil dan Uu sudah berhasil membangun Bandung dan Tasikmalaya. Sehingga mereka akan membawa keberhasilannya untuk mengambil hati rakyat untuk memilihnya.

"Jadi mereka sudah teruji kepemimpinannya dan prestasi kerjanya, tinggal mempromosikan saja. Karena dalam pilkada ini figur lebih menentukan dari pada partai politiknya," tuntas Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin. (Ay)