Logo PPP

DEWAN PENGURUS PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Roan: Menjaga Kebersihan dan Belajar Kehidupan Ala Santri

12 September 2017 - 20:53:01 | 213

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Pesantren merupakan entitas lingkungan yang khas dan unik sebagai sebuah bentuk lembaga pendidikan. Dalam pergaualan sosial dan keseharian pesantren membentuk budaya dan tradisinya sendiri termasuk dalam istilah-istilah bahasa yang digunakan. Ro’an merupakan salah satau bentuk khas dan keunikan istilah yang dimiliki oleh pesantren.

Apa itu ro’an? Tentu bagi orang-orang yang tidak mencecap dunia pesantren tidak akan mengerti. Roa’an merupakan istilah yang digunakan untuk menyebutkan aktifitas kerja bakti bersama para santri. Ro’an biasanya dilaksanakan seminggu sekali dihari libur atau tergantung kebijakan masing-masing pondok pesantren.

Istilah ro’an sendiri tidak diketahui kapan mulai digunakan atau siapa yang memunculkannya. Ada dua versi mengenai asal muasal kosa kata ro’an ada yang mengatakan berasal dari bahas Jawa dan ada pula yang mengatakan dari bahasa Arab. Mereka yang menganggap berasal dari bahasa Jawa manganggap istilah ro’an memiliki arti bersama-sama. Sedangkan yang menganggap dari bahasa Arab, merunut kosa kata ro’an berasal dari kata tabaraka -tabarukan-. Tabarukan mempunyai arti mengharap kebaikan.

Terlepas dari konteks asal mulanya aktifitas ro’an ini memiliki esensi yang majemuk. Ro’an tidak hanya memiiki tujuan atau menghasilkan kebersihan lingkungan pesantren dalam arti secara fisik, tetapi juga kebersihan batin. Secara fisik kegiatan ini merupakan aktifitas gerak atau olahraga bagi santri. Selain itu juga sebagai media silaturrahim, berkumpul bersama dan sesekali bercanda. Dihari biasa para santri serius belajar, mengaji dan menghafal, ro’an menjadi semacam media hiburan melepas penat sambil bersih-bersih lingkungan.

Interaksi antar santri ketika ro’an lebih bersifat santai dengan obrolan dan celetukan khas santri. Itulah media pengembangan interaksi dan belajar mengenali karakter masing-masing santri. Ro’an merupakan bentuk komitmen santri mengimplementasikan Hadist “kebersihan sebagian dari iman”. Sementara dalam kerangka bernegara adalah wujud dari pengimplementasian budaya bangsa yaitu gotong-royong.

Ro’an mengajarkan prinsip kerja sama dan bahu membahu untuk mencapai sebuah tujuan, dalam hal ini adalah menjadikan lingkungan pesantren bersih. Melalui media inilah para santri mengolah rasa dan belajar peka, serta peduli dengan teman-temanya. Latihan itu secara tidak sadar mereka kerjakan, mereka sadar dengan pembagian tugas masing-masing muai dari menyapu, mengepel, mebuang sampah dan lain sebagainya. Mereka belajar bertanggung jawab atas tugas yang diembannya.  Banyak sekali pelajaran yang bisa didapat dari kegiatan ro’an bagi para santri sebagai bekal hidup dimasyarakat nanti. (ZA/ Dari berbagai sumber)