Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Romahurmuzy Khawatir Intimidasi Terulang Jika Polisi Tidak Segera Tangkap Pelaku Teror Novel

12 April 2017 - 13:52:46 | 245

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy menyesalkan peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Romahurmuziy meminta aparat kepolisian segera menangkap pelaku penyiraman terhadap penyidik KPK itu.

"Sehingga yang harus di lakukan oleh polisi. Pertama, mencari siapa yang melakukan itu di lapangan, baru nanti diketahui siapa yang memberikan order," kata pria yang akrab disapa Romy itu dalam keterangan tertulis, Rabu (12/4/2017).

Romy khawatir peristiwa tersebut akan terulang kembali bila kepolisian tidak bisa menggungkap pelaku kekerasan tersebut.

"Kalau ini tidak terungkap intimidasi teror ini akan terulang, karena apa yang kita lihat penyidik-penyidik dilingkungan kejaksaan, kepolisian dan KPK ini bukan kejadian yang sekali tapi sudah beberapa kali," kata Romy.

"Romy menduga teror terhadap Novel tak lepas dari kasus yang tengah tanggani oleh penyidik KPK tersebut. Yang namanya kejadian itu pastinya di latar belakangi oleh yang di kerjakan Novel dalam rangka penegakan hukum," katanya.

Ia mengingatkan pihak kepolisian bisa menangkap pelaku tersebut, jika tidak terungkap maka proses hukum akan terganggu.

Sebelumnya, Novel disiram air keras setelah salat subuh berjemaah. Hal itu dibenarkan oleh Ketua Rukun Tetangga 004/010, Alifanus, yang merupakan Ketua RT rumah Novel, di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Disiram pakai air keras oleh dua laki-laki mengendarai motor matic, sepulang dari masjid sepulang dari sholat subuh," ujar Alifanus saat dihubungi Kamis (11/4/2017). Novel disiram air keras dan dilarikan ke rumah sakit. (TRIBUNNEWS.COM/TN)