Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Sebut Kitab Suci Fiksi, Ketum PPP: Hanya Orang yang Tak Percaya Tuhan

15 April 2018 - 14:11:44 | 107

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ir. H.M. Romahurmuziy M.T., angkat bicara soal pernyataan Rocky Gerung yang menyebut Kitab Suci adalah fiksi. Menurut Ketum PPP pernyataan tersebut hanya disampaikan oleh orang yang tidak mengakui adanya Tuhan.

"Saya kira yang dimaksud Kitab Suci fiksi itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Saya tidak tidak bisa menyalahkan orang yang memang tidak percaya kepada Tuhan. Kalau Tuhan saja tidak dia percayai bagaimana bisa percaya Kitab Suci," jelas Romahurmuziy di Semarang, Jumat (13/4/2018).

Meski dikemas dengan bahasa ilmiah, namun anggapan Kitab Suci adalah fiksi tetap menunjukkan tidak percaya terhadap Tuhan. Romahurmuziy menjelaskan, terdapat kelompok masyarakat yang tidak percaya kepada Tuhan seperti di Rusia. Selain itu, ada pula kaum Agnostik di Eropa yang hanya memercayai keberadaan Tuhan.

"Jadi kenapa kita harus protes, wong memang dia tidak percaya pada Tuhan. Kalau Tuhan saja sudah tidak diimani bagaimana dengan apapun yang diturunkan dari Tuhan. Setidaknya kita mengenal agama-agama samawi yang diturunkan Allah. Ketika dia (Rocky Gerung) yang dimaksud Kitab Suci itu adalah termasuk Kitab Suci agama-agama samawi berarti dia tidak mengakui adanya Tuhan," tandas Ketum PPP.

Gus Rommy sapaan akrabnya, menyampaikan masyarakat tak perlu terpancing dengan pernyataan Kitab Suci adalah fiksi. Apalagi, pernyataan yang pertama kali muncul dalam sebuah acara televisi swasta nasional itu telah berbuntut kepada laporan di kepolisian.

"Makanya untuk apa kita menghabiskan waktu untuk berdebat dengan orang yang tidak percaya pada Tuhan. Anggal saja itu memang keyakinan dia. Kalau kemudian ada yang mempolisikan juga, itu haknya (yang melaporkan) ini negara hukum. Jadi dihadapi saja kalau dia punya argumentasi dan bangunan ilmiah yang dikatakan mumpuni," pungkas cicit ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama (NU) K.H. Wahab Chasbullah tersebut. (Oky)