Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Soal Jendral Kardus, PPP Tanggapi dengan Senyum

09 Agustus 2018 - 16:07:30 | 106

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy mengaku kaget dengan keributan politik yang terjadi di koalisi pendukung Prabowo Subianto.
Dalam akun Twitter pribadinya, @MRomahurmuziy, Gus Rommy mengatakan ribut-ribut Jenderal Kardus versus Jenderal Baper yang diperankan Partai Demokrat dan Partai Gerindra akibat ulah oknum politisi, yang terlalu mengejar kepentingan pribadi atau golongan. Beliau juga menyebut perkembangan politik jelang penutupan pendaftaran calon presiden di KPU semakin dinamis.
“Setelah tidur nyenyak malam tadi, nggak sangka ada ontran-ontran di sebelah. Sebagian kelakuan politisi mengukuhkan adagium, bahwa dalam politik hanya kepentingan yang abadi. H-1 segala sesuatu bisa terjadi?” tulisnya, Kamis (9/8/2018).
Sebelumnya Andi Arif geram terhadap sikap Prabowo Subianto yang memunculkan nama Sandiaga Uno sebagai cawapres. Melalui akun twitternya, @AndiArief__, dia bahkan menuding ada aliran dana kepada PAN dan PKS untuk memuluskan Sandi sebagai cawapres.
“Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus.”

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani turut berkomentar tentang ribut-ribut Jenderal Kardus versus Jenderal Baper. Dalam akun twitter miliknya, @arsul_sani, anggota DPR RI itu menyebut pihaknya tersenyum melihat konflik yang terjadi di kubu lawan.
Tidak hanya itu, dalam kicauan yang diunggah pada Rabu (8/8/2018) pukul 22:57 itu, Arsul juga menyebut akun milik Joko Widodo dan sejumlah partai anggota koalisi kecuali akun twitter milik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Padahal dia menyebut semua akun delapan partai, termasuk PPP sebagai pendukung Jokowi pada Pilpres 2019.
Rupanya tidak disebutnya akun milik PKB berkaitan dengan cuitan Asrul 30 menit sebelumnya. Dalam tweetnya, dia berkomentar tentang dua berita hangat yang dibicarakan yakni soal adanya uang Rp500 miliar untuk PKS dan PAN serta kabar PKB yang opsi dukungan baru. (Sk)