Logo PPP

DEWAN PENGURUS PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Tahu Tidak Dari Mana Asal Kata Halal Bi Halal?

15 Juli 2017 - 16:21:45 | 141

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Selama ini setiap habis lebaran, umat muslim atau masyarakat Indonesia selalu menggelar acara Halal bi Halal. Ternyata kegiatan halal bi halal ini diidentik khas dari Indonesia. Sebab negara lain relatif tidak mengenal istilah itu.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy mengatakan, istilah halal bi halal pertama kali muncul dari percakapan sang kakek KH Abdul Wahab Chasbullah yang pada saat itu menjabat sebagai Rais Am Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Presiden Soekarno.

Pria yang akrab disapa Romy itu mengungkap, pada pertengahan Ramadan 1948 Pr‎esiden Soekarno dilanda kegelisahan karena kondisi Indonesia sedang gaduh. Kegaduhan itu salah satunya dipicu oleh pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun.

Lantas Bung Karno meminta kepada seluruh pemimpin nasional untuk berkumpul bersama di Istana‎. Namun undangan itu tidak disambut baik oleh para anak buahnya.

"Pemimpin nasional diundang tetapi mereka pun tidak memenuhi undangan Presiden pada waktu itu," ujar Romy dalam Silahturahmi dan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Riau, di Pekanbaru, Sabtu (15/7).

Tahu undangan tidak disambut baik oleh para anak buahnya, Presiden Soekarno pun berkonsultasi dengan Kiai Abdul Wahab. Bung Karno menanyakan cara apa yang bisa digunakan agar para anak buahnya itu bisa menghadiri undangan ke Istana‎.

Lantas, sambung anggota Komisi XI DPR, Kiai Abdul Wahab pun mengusulkan untuk menggelar kegiatan silaturahmi. "Silaturahmi Pak Karno. Karena silaturahmi ajaran Islam dan bulan Ramadan sebentar lagi sambil kita bermaaf-maafaan," ujar Romy yang menirukan pembicaraan sang kakek.

Namun Bung Karno tidak menyetujui usul Kiai Wahab. Hal itu disebabkan silaturahmi adalah kalimat yang sudah umum‎ dipakai. Maka Kiai Wahab pun mengusulkan penganti silaturahmi adalah halal bi halal.

Bung Karno pun menanyakan kenapa dipilih nama halal bi halal, Kiai Abdul Wahab pun menjelaskan. Halal bi halal ini dilakukan sebagai penganti kalimat silaturahmi.

Karena para pemimpin di kala itu tidak yang ingin mengakui kesalahan satu sama lain. Padahal salah itu haram benar itu halal. Sehingga menghalalkan apa-apa yang haram dengan satu kegiatan yang halal. "Maka disebutlah acara itu halal bihalal. itu cerita tentang halal bihalal," katanya.

Lebih lanjut pria kelahiran Yogyakarta ini menambahkan, halal bi halal hanya dimiliki di Indonesia. Sehingga tidak ada negara yang menamakan pertemuan silaturahmi dengan sebutan halal bihalal. "Jadi halal bi halal ini cuma ada di Indonesia," pungkasnya. (Jawapos/TN)