Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Terkait Kasus Pimpinan KPK, PPP Minta Polri Lebih Hati-hati

09 November 2017 - 15:32:59 | 604

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Kuasa hukum Setya Novanto melaporkan Ketua dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atas tuduhan pemalsuan surat dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Agus Rahardjo dan Saut Situmorang.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) angkat bicara soal kasus ini, Sekretaris Jenderal Partai PPP Arsul Sani meminta agar Polri lebih berhati-hati dalam menangani kasus tersebut.

"Soal surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) terhadap pimpinan KPK, karena sudah terlanjut menjadi konsumsi publik, Polri perlu menjelaskan ini penyidikan kasus apa dan mengapa sudah naik pada tahap penyidikan," kata Arsul saat ditemui ppp.or.id pada Kamis siang (9/11/2017).

Anggota Komisi III DPR RI ini menjelaskan, apalagi jika nanti Agus dan Saut ditetapkan sebagai tersangka.

Kalau soal proses hukum terhadap pimpinan KPK maka sebetulnya tidak ada ketentuan khusus yang mengatur, kecuali ketentuan dalam UU KPK yang menetapkan, bahwa jika pimpinan KPK menjadi tersangka maka yangbersangkutan diberhentikan sementara," ungkap Arsul.

Arsul mengaku khawatir, jika ada presepsi yang muncul soal laporan terhadap Agus dan Saut disebut melemahkan lembaga antirasuah itu.

"Nah dalam hal ini Polri perlu berhati-hati betul menaikkan status dari terlapor menjadi tersangka, karena pasti akan menimbulkan persepsi publik. Bahwa proses hukum yang terjadi merupakan upaya pelemahan terhadap KPK oleh Polri," tuntasnya. (Af)