Advertisment

Tidak Banyak Ulama Seperti Hasyim Muzadi

  • 16 Maret 2017 - 12:41:56
  • Nasional
  • Admin
  • dibaca : 695

PPP.OR.ID - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani turut berduka cita atas wafatnya sosok ulama besar Indonesia, Hasyim Muzadi. Di mata dia, Hasyim Muzadi adalah sosok ulama dan pemimpin yang berhasil membawa umat, paling tidak kaum Nahdhiyin. 

Arsul Sani menilai pada pemahaman ke-Islaman dan ke-Indonesiannya menjadi dua hal yang tidak perlu dipertentangkan. "Beliau juga menjadi garda terdepan dalam upaya menjauhkan umat Islam dari paham-paham radikal dan cenderung menegaskan NKRI dengan menggunakan pemahaman keislaman yang diimpor dari tempat lain," kata anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI itu, saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (16/3).

Namun di sisi lain, menurut Arsul Sani, beliau juga melakukan pembelaan terhadap kelompok Islam yang secara tidak adil dan tak proporsional ditempatkan sebagai kelompok radikal anti NKRI. Padahal mereka sebenarnya hanya memiliki cara yang dianggap radikal dalam memperjuangkan prinsip amar maruf nahi munkar. Bukan kelompok yang memiliki agenda tertentu dan hendak mengubah keutuhan NKRI. 

"Karena itu tidak mengherankan meskipun sosok Kiai Hasyim tokoh Islam yang moderat, tapi silaturahimnya dengan tokoh-tokoh yang dianggap keras seperti Habib Rizieq tetap terjaga dengan baik," tambahnya.

Kemoderatan Hasyim Muzadi dalam pandangan-pandangan keagamaannya juga tidak menjadikan almarhum menjadi membenarkan atau tidak kritis terhadap kelompok-kelompok Islam liberal seperti Jaringan Islam Liberal (JIL). Bahkan Arsul Sani, menyebut Hasyim Muzadi sama seringnya antara mengingatkan kelompok garis keras dengan kelompok Islam liberal. "Nah disinilah kelebihan Kiai Hasyim, beliau tidak terjebak kepada pembelaan atau pemihakan terhadap satu kelompok," terangnya.

Menurutnya, posisi Hasyim Muzadi adalah posisi kemoderatan dan proporsionalitas keberagamaan. Tidak banyak ulama yang mengambil posisi seperti beliau untuk menjaga keutuhan NKRI dan keislaman umat itu sendiri. Dia berharap banyak kiai-kiai muda NU yang nanti memposisikan diri seperti almarhum. Dia beralasan, sebab tokoh panutan seperti almarhum yang dibutuhkan di negara ini. (TN/Republika.co.id)

Kirim komentar