Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Tiga Pilgub Pulau Jawa adalah Kunci Penentu Cawapres Jokowi

14 Maret 2018 - 13:53:03 | 209

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Siapa calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, sampai sekarang masih menjadi misteri. Meski demikan, sebagai barometer politik nasional, Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 di 3 Provinsi Pulau Jawa dinilai sebagai kunci siapa yang akan bersanding atau dipinang Jokowi sebagai cawapres di Pilpres 2019 mendatang.

Demikian disampaikan Direktur Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (LAKSNU) Gugus Joko Waskito dalam keterangan persnya, Selasa (13/3/2018).

Gugus membeberkan, dari sekitar 190 juta jumlah pemilih, 70% di antaranya tersebar di Pulau Jawa. Berdasarkan data yang diperoleh, DPT terkini di KPU Jawa Barat (Jabar) berjumlah 24,5%, Jateng 21%, dan Jawa Timur (Jatim) 21,3%, dari total pemilih Pemilu 2019.

“66,8%  pemilih Pilgub di 3 provinsi Pulau Jawa tersebut adalah pemilih Pemilu 2019. Maka, siapa pemenang di 3 Pilgub Pulau Jawa tersebut menentukan arah dukungan dan koalisi Pilpres 2019,” ujar Gugus.

Berdasarkan kajiannya terhadap hasil survei per Februari 2018, maka sosok kandidat yang diprediksi akan bersaing ketat di Jabar yakni Ridwan Kamil-UU Ruhzanul Ulum dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Sementara itu, pada Pilgub Jateng diprediksi paslon Ganjar-Yasin akan merajai kontestasi. Sedangkan pada Pilgub Jatim, paslon Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Puti disebut masih bersaing ketat.

"Dari peta Pilgub tersebut, maka partai pengusung calon yang berpotensi menguasai Jawa adalah PDIP, PPP, dan Golkar jika pertimbangannya adalah dari kader parpol mana cagub-cawagub potensial yang akan memenangkan pertarungan pada Pilgub 2018," paparnya.

Diketahui, Cagub Jateng Ganjar Pranowo dan Cawagub Jatim Puti Guntur merupakan kader PDIP. Sementara Cawagub Jabar Uu Ruhzanul Ulum dan Cawagub Jateng Taj Yasin merupakan kader dan pengurus PPP. Sedangkan Cawagub Jabar Dedi Mulyadi merupakan kader Golkar.

"Ketiga parpol tersebut (PDIP, PPP dan Golkar) adalah partai koalisi pendukung Jokowi dan sudah declare mengusung kembali Jokowi sebagai Capres 2019," jelas Gugus.

Dengan peta politik demikian, menurut Gugus, Pilgub Pulau Jawa akan menentukan siapa bakal Cawapres yang akan dipinang Jokowi untuk memuluskan keterpilihannya kembali pada Pilpres 2019.

"Jika Ridwan Kamil-Uu, Ganjar-Yasin dan Gus Ipul-Puti, menang pada Pilkada Jabar, Jateng dan Jatim, maka PDI-P dan PPP yang punya peluang untuk mendorong kadernya sebagai bakal Cawapres Jokowi," terangnya.

"Namun jika di Jatim Khofifah-Emil Dardak memenangkan Pilkada, maka di 3 propinsi tersebut PPP akan mendapatkan dampak elektoral pada Pemilu 2019 dan kader PPP punya peluang cukup besar untuk di pinang Jokowi sebagai Cawapres 2019," sambung Gugus.

Golkar, kata dia, sudah mengerucut untuk mendorong Ketua Unum Golkar Airlangga Hartarto untuk mendampingi Jokowi. Sementara itu, PPP diprediksi akan mengusung Ketua Umumnya, Romahurmuziy, untuk bisa mendampingi Jokowi.

"Tinggal PDIP yang belum bisa ditebak siapakah yang akan direkomendasikan untuk mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019," pungkas Direktur Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (LAKSNU), Gugus Joko Waskito. (Oky)