Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Tolak Intoleransi, PPP Kecam Tragedi Penyerangan Gereja

12 Februari 2018 - 16:42:08 | 212

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengecam kasus penyerangan Gereja Santa Lidwina, Sleman, Minggu pagi (11/2). Ketua Fraksi PPP DPR RI Reni Marlinawati menilai peristiwa tersebut sebagai tindakan intoleransi.

“Tindakan kekerasan atas nama apapun tidak boleh terjadi. PPP minta aparat penegak hukum melakukan tindakan atas peristiwa tersebut,” tutur Reni dalam keterangannya, Senin (12/2/2018).

Sebagaimana diketahui, kekerasan yang menimpa jemaat Gereja Lidwina, Sleman ini melengkapi peristiwa sebelumnya terhadap tokoh agama seperti terhadap Biksu di Kabupaten Tangerang, aktivis Islam serta seorang kiai di Bandung, Jawa Barat.

Reni mengingatkan, peristiwa tersebut jangan sampai menjadi tren kekerasan terhadap tokoh agama, sehingga menimbulkan keresahan bagi pemeluk beragama di tanah air.

Lebih jauh, Reni meminta Badan Intelejen Negara (BIN) serta badan intelejen keamanan (Baintelkam) Polri untuk bekerja lebih sigap dalam mendeteksi dini potensi kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya yang menimpa tokoh agama.

“Peristiwa kekerasan hingga empat kali kepada tokoh agama menunjukkan kinerja intelejen kita kurang maksimal. Saya berharap, kinerja intelejen lebih ditingkatkan, agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi,” tegas Wakil Ketua Umum PPP itu.

Tak berhenti di situ, Reni juga mendorong Pemerintah untuk secara intens menggelar dialog antar agama untuk menumbuhkan dan memupuk sikap toleransi antar umat beragama serta internal umat beragama.

“Saya juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengutamakan pencegahan agar sikap intoleransi tidak muncul kepermukaan, apalagi sampai tumbuh subur. Langkah ini juga penting untuk mewujudkan situasi kondusif di tengah masyarakat terlebih dalam menyongsong tahun politik, yakni pilkada serentak di 171 daerah,” pungkas Wakil Ketua Umum PPP, Reni Marlinawati. (Oky)