Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Usung Caleg Potensial, PPP Bogor Target Tambah Kursi di 2019

06 Juli 2018 - 15:58:44 | 180

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Bogor, M. Romli mengatakan, untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019,  PPP sedang menyiapkan caleg-caleg berkualitas yang akan diusung nantinya. Yang jelas, dengan bertambahnya jumlah kursi DPRD Kabupaten Bogor dari 50 menjadi 55 kursi, PPP ingin memperoleh hasil maksimal.

“Nanti di Mukercab akan kami tentukan (target kursi, red). Karena sekarang jumlah kursi anggota DPRD itu kan 55. Kita mau target berapa sesuai dengan hitungan kalkulasi yang matang dulu,” kata Romli.

Selain itu, Romli juga belum memastikan berapa persentase calon anggota legislatif dari kader PPP dan di luar kader. Yang jelas, ada sejumlah parameter yang harus dimiliki bakal calon anggota legislatif (bacaleg) seperti dedikasi, loyalitas dan lainnya. Saat ini sendiri, Romli mengaku bacaleg yang mendaftar ke PPP sudah melebihi kuota.

“Kami juga melihat kesiapan para bacaleg itu sendiri. Sebab yang menentukan adalah ikhtiar dari masing-masing calon. Sehebat apapun partai melakukan pemetaan, tapi calonnya tidak optimal, maka hasilnya pun tak maksimal. Kami sudah merancang nama-namanya namun belum final karena masih ada syarat yang belum terpenuhi seperti kurangnya kuota perempuan dan lainnya,” terangnya.

Terkait kekurangam kuota minimal 30 persen untuk perempuan hanya ada di beberapa daerah pemilihan (dapil) saja. Kondisi ini juga terjadi lantaran PPP tidak ingin mencalonkan orang sembarangan. Dalam dua hari ke depan, dirinya yakin kekurangan kuota perempuan ini akan terpenuhi.

Selain itu, di Pileg 2019 nanti ada beberapa segmentasi yang coba dipetakan PPP untuk meraih suara maksimal di Bumi Tegar Beriman. Diantaranya bagaimana calon mampu melakukan kontestasi di wilayahnya dengan melihat ketokohannya. Sebab, sehebat apapun partai, jika calon kurang diterima masyarakat maka hasilnya pun tidak akan maksimal.

“Ketokohan menjadi salah satu kata kunci. Sehingga bisa dipetakan satu dapil bisa menampung berapa calon. Kalau Pileg itu kan hak setiap warga negara untuk berkontestasi. Jadi kita tidak bisa memprioritaskan mana yang harus jadi dan mana yang tidak. Setelah masuk ke KPU, maka ikhtiarnya diserahkan kepada calon,” pungkas Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bogor, M. Romli. (Oky)