Cagub Khofifah Minta Polisi Usut Pelaku Penganiaya Ulama

    45

    PPP.OR.ID – Terkait maraknya kasus teror penganiayaan ulama dan penyerangan rumah ibadah oleh orang tak dikenal di wilayah Jawa Timur, Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur yang diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Khififah Indar Parawangsa meminta, agar aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

    Khofifah mengungkapkan, dengan ditangkapnya pelaku penganiayaan dan perusakan tempat ibadah, maka akan diketahui pula modus utama aksi tersebut.

    “Polisi harus mengusut tuntas insiden penyerangan ini. Pelaku dan dalangnya harus ditangkap agar isunya tidak berkembang ke SARA,” ujar Khofifah, Selasa (20/2/2018).

    Terkait hal itu, Khofifah juga menambahkan dengan diusutnya pelaku tersebut, nantinya bisa diketahui apakah kejadian itu murni kriminal ataukah ada unsur dan tujuan lain.

    Kemudian, lanjut Khofifah, tidak berharap isu ini meluas karena sangat rawan dipolitisasi. Terlebih pada 2018 dan 2019 adalah tahun politik, dimana secara berurutan berlangsung Pilkada serentak, Pemilihan Legislatif, dan Pemilihan Presiden.

    “Saya khawatir jika insiden ini tidak diusut tuntas maka akan menimbulkan sikap saling curiga dan merusak keharmonisan antar warga masyarakat. Ini berbahaya karena rawan terjadi konflik horisontal,” ungkap beliau.

    Cagub Jawa Timur tersebut juga berharap, masyarakat Jawa Timur mampu menahan diri, dan tidak terpancing serta terprovokasi aksi anarkis yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan di Jawa Timur.

    Menurut beliau, jika perpecahan terjadi di Jawa Timur maka akan sangat mahal sekali biayanya. Karena hal itu akan merusak seluruh sendi tatanan kehidupan masyarakat Jawa Timur yang sejak dulu terkenal guyub dan rukun.

    “Saya yakin orang Jawa Timur lebih dewasa dalam memandang sebuah persoalan dan lebih mengedepankan prinsip klarifikasi atau tabbayun,” pungkas Khofifah. (Ch)