Cawagub Jateng Gus Yasin Sampaikan Tak Ingin Mengajak NU Berpolitik

    123

    PPP.OR.ID – Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau yang akrab dikenal Gus Yasin, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mengajak masyarakat Nahdliyin atau massa Nahdlatul Ulama (NU) untuk berpolitik.

    Gus Yasin mempersilakan warga Nahdliyin untuk menentukan calon pemimpin pilihan masing-masing, sesuai harapannya dan yang diinginkan.

    Hal itu diungkapkan Gus Yasin saat berkunjung ke kantor Pengurus Cabang NU Kabupaten Kudus, Jumat siang (16/2), Dalam kesempatan itu, pendamping petahana Gubernur Jateng Ganjar Pranowo itu disambut oleh Ketua PCNU Kudus Abdul Hadi.

    “NU itu bapaknya partai. Partai di bawah NU, kalau NU itu sudah khittah (garis besar atau pedoman),” kata Gus Yasin.

    “NU itu organisasi terbesar di Indonesia. NU itu orangtua. NU bahkan penasihat Presiden. Kami tak ingin NU ke partai, karena rakyat punya hak suara sendiri,” imbuhnya.

    Menurut Gus Yasin, jika NU ikut partai, maka jika ikut Partai Persatuan Pembangunan (PPP), maka PPP akan naik suaranya. Begitu pula jika NU ikut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atau PDI Perjuangan.

    “Tapi NU itu tidak ikut partai. NU itu ada di mana-mana. Bila nanti ada momen yang kurang enak, kami minta do’a restu agar Pilkada Jateng aman, damai, integritas, dan jadi contoh di Provinsi lain,” terang putra K.H. Maimoen Zubair tersebut.

    Selain itu, Ketua PCNU Kudus Abdul Hadi mengatakan, tujuan kedatangan Gus Yasin untuk sekadar bersilaturahmi dengan kalangan pengurus Nahdliyin Kudus.

    Abdul Hadi mengungkapkan, dalam Pilkada Jateng ini, PCNU Kudus mengaku senang karena ada paslon dari kader sendiri. Meski demikian, PCNU tidak mengajak Nahdliyin untuk berpihak kepada siapa pun.

    “Kami hanya umumkan ada wakil NU yang maju sebagai calon. Namun, kami tidak minta mereka pilih siapa,” kata Hadi.

    “Kita cerdas. Semua punya hak menentukan pilihan. Yang penting jangan golput,” ujar Ketua PCNU Kudus, Abdul Hadi. (Ay)