Deklarasi Pasukan Anti Hoax dan Fitnah Untuk Pemilu Damai 2019

228
PPP
Barisan pasukan anti hoaks dan fitnah bersama Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy. Dok. PPP

PPP.OR.ID, Sleman – Tak kurang dari 200 alim ulama, baik kiai maupun ustad-ustdazah dari berbagai wilayah DIY berkumpul di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sabtu (23/2/2019). Para alim ulama umat Islam tersebut mendeklarasikan lawan hoax dan fitnah yang masif terjadi di masa pemilu ini.

Ketua Dewan Pembina Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam, M Romahurmuziy yang menjadi pembicara dalam acara tersebut mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh alim ulama DIY ini dimaksudkan untuk meluruskan pemilih dengan perspektif yang benar berdasarkan fakta. Menurut dia, alim ulama memegang posisi penting yang saat ini masih didengar masyarakat khususnya umat Islam.

“Para Kiyai ini tokoh yang diikuti oleh masyarakat, terutama terkait seruan moral. Kita lihat, selama ini tokoh-tokoh politik sekaliber Prof Amien Rais, Fadli Zon atau Prabowo Subianto saja terjebak dalam hoax Ratna Sarumpaet. Di sinilah peran penting kiai untuk mengajak pemilih kita menjadi pemilih cerdas,” ungkapnya.

Berita hoax dalam waktu terakhir menurut Gus Rommy bukan lagi sebagai sebuah tindakan politik semata namun bersifat komersial, yang mana produsennya mengharap imbalan uang.

“Nah, cyber army atau squad yang memroduksi hoax ini tak lagi peduli terhadap keutuhan bangsa, tapi hanya peduli pada uang saja. Saya prihatin betul dengan kondisi ini karena mereka hanya peduli imbalan saja,” imbuh Ketum.

Sementara Muhammad Syaifudin, Ketua PW Anshor DIY yang juga hadir dalam acara tersebut mengamini, bahwa saat ini berita hoax begitu masif disebarkan untuk membuat gaduh bangsa Indonesia. Dalam hal ini, menurut Syaifudin, Anshor DIY satu suara untuk menolak berita hoax yang begitu masif tersebar dengan mudahnya melalui jejaring online.

“Kami melihat ada upaya orang untuk membuat suasana bangsa jadi buruk dan gaduh. Kami di Anshor DIY jelas tidak ingin terjadi hal seperti itu. Di sini kami mendukung nyata dan telah mempersiapkan 100 dai muda untuk turun gunung menyentuh masyarakat,” tandasnya. (*)