Dibalik Layar Penunjukan Suharso Monoarfa sebagai Plt. Ketum PPP

156
PPP
Foto: Istimewa

PPP.OR.ID, Rembang – Suharso Monoarfa secara resmi menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sejak sepekan silam.

Suharso bercerita, kala itu para petinggi dan pimpinan PPP dari berbagai daerah berkumpul untuk membahas kasus penangkapan ketua umum PPP saat itu, Rhomahurmuziy oleh KPK. Dalam rapat pembahasan itu, hadir pula Ketua Majelis Syariah PPP, KH Maimoen Zubair (Mbah Moen).

Ia pun dimintai pendapat oleh Mbah Moen untuk menyebut nama-nama para tokoh yang layak menggantikan Rhomahurmuziy. Saat itu Suharso yang dipercaya menyeleksi calon pengganti Romi.

“Ketika saya diminta Mbah Moen, Mbah Moen itu memegang saya, saya memegang tangan kanan beliau. Saya matur ke Mbah, siapa saja yang bisa untuk memimpin menjadi Plt. Saya sebut dua nama (waketum), satu nama ada disitu saat itu, satu nama saat itu belum hadir,” jelasnya.

Namun saat itu, Mbah Moen meminta agar Suharso merekomendasikan nama-nama lainnya, diluar penjabat wakil ketua umum. Dimunculkanlah sebanyak 3 nama oleh Suharso kepada Mbah Moen.

“Mbah bertanya, siapa lagi selain itu. Saya sebut Kyai Zarkasyi Nur itu sudah sesama kyai, saya sebut lagi pak Emron Pangkapi, saya sebut lagi pak Lukman yang sekarang jadi Menteri Agama. Itu prosesnya. Lalu saya dipegang tangannya oleh beliau, mbah mengatakan, selamatkan partai, dan jangan bilang tidak. Jadi saya ngendika (bilang) sama mbah, Samina Watho’na,” paparnya.

Sementara Wakil Ketua Umum PPP Mardiyono menyebut, keputusan yang diambil oleh Mbah Moen sosok yang dituakan dalam partai langsung disambut baik oleh para kader. Menurutnya, seluruh kader partai mentaati apa yang telah menjadi keputusan murni Mbah Moen.

“Dalam waktu 3 hari itu bisa diselesaikan dengan baik. Tanpa ada kondisi apapun, semua tunduk kepada guru kita. Termasuk kumpulnya semua pimpinan di tiap daerah, alhamdulillah semuanya sendika dengan Kyai Maimoen Zubair,” jelasnya. (*)