Dinilai Permissivisme Berantas Korupsi, Sekjen PPP : Masyarakat Akan Ragu dengan Prabowo

201
Asrul Sani
Foto : Istimewa

PPP.OR.ID , Jakarta – Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani mengatakan masyarakat dibuat ragu dengan komitmen Prabowo Subianto memberantas korupsi di Indonesia, karena sikapnya yang permissivisme atau serba membolehkan.

“Masyarakat tentu akan ragu atau bertanya bagaimana Prabowo akan melakukan pemberantasan korupsi jika pada dirinya ada ruang permisivisme,” kata Arsul, Sabtu (19/1/2019).

Hal itu dikatakan Arsul menanggapi pernyataan dari eks Danjen Kopassus itu saat debat perdana Pilpres pada Kamis 17 Januari 2019 malam.

Saat itu, Prabowo menjawab pertanyaan Jokowi soal pencalonan bekas napi korupsi lewat Partai Gerindra untuk Pemilu 2019. Gerindra sedikitnya memiliki enam caleg mantan koruptor.

Prabowo mengatakan para caleg itu sudah menjalani masa hukuman dan uang yang dikorupsinya pun tak seberapa.

Menurut Arsul, Prabowo memililiki orientasi yang saling bertabrakan dalam menhilangkan budaya korupsi di Tanah Air.

“Satu arah ingin melakukan pemberantasan korupsi yang masif kalau terpilih, tapi arah satunya adalah sikap permisif terhadap perilaku korup kalau jumlahnya kecil. Ini merupakan bentuk inkonsistensi sikap,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPR RI itu menyayangkan sikap Prabowo yang seakan menghalalkan uang dari hasil korupsi bila yang dicurinya itu hanya sedikit.

Hal itu dapat terlihat dengan keputusannya yang memberi ruang kepada mantan koruptor untuk mencoba peruntungan di perhelatan Pileg 2019.

“Apalagi ruang ini ada wujudnya, yakni dengan membiarkan adanya caleg eks napi koruptor di partainya, Gerindra,” pungkasnya. (Sk)