DPR Tolak Wacana Sekolah Sehari Penuh

128

PPP.OR.ID – Anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menolak wacana “full day school” atau sekolah sehari penuh, karena dinilai kurang sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia

Selain itu, jika pendidikan di tingkat SD hingga SMP diterapkan sehari penuh, maka bisa mengancam keberlangsungan pendidikan diniyah yang sudah berjalan sejak dulu.

“Kita menolak wacana full day school itu,” katanya saat menggelar silaturahim dan serap aspirasi di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, Madura, Sabtu.

Dihadapan ratusan kader partai dan tokoh ulama PPP, anggota DPR RI asal daerah pemilihan XI Madura, Jawa Timur ini menjelaskan, penerapan “full day school” sangat tidak relevan, terlebih di Madura yang biasa menerapkan pendidikan pagi-sore, yakni padi di sekolah dasar (SD), dan pada sore hari di madrasah diniyah.

“Jika sistem sekolah sehari penuh ini diterapkan oleh Kementerian Pendidikan, maka sekolah diniyah yang sudah menyebar sejak dulu di Madura ini, akan terancam bubar,” ucaap legislator yang pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan itu.

PPP, kata dia, memberikan perhatian khusus terhadap program pendidikan diniyah.

Maka, sebagai bentuk keseriusan, setiap calon kepala daerah yang didukung PPP harus menginisiasi peraturan yang memuat kewajiban pendidikan diniyah bagi warga muslim melalui peraturan daerah (perda) maupun peraturan bupati (komoditas.co.id/120N)