Fraksi PPP Sesalkan Eksekusi Mati TKI di Arab Saudi

83

PPP.OR.ID – Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hj. Ermalena menyesalkan tindakan eksekusi mati terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi yang kembali dilakukan tanpa pemberitahuan.

Terkait dengan kasus tersebut, beliau meminta agar kasus TKI bernama Muhammad Zaini Misrin, menjadi acuan untuk memperpanjang moratorium pengiriam TKI ke Arab Saudi.

“Moratorium masih menjadi sikap yang harus terus dilakukan,” ujar beliau, Selasa (20/3/2018).

Sejalan dengan hal itu, Anggota Tim Pengawas TKI tersebut juga meminta, agar Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) segera mengambil tindakan. Kemenlu diminta, untuk mengklarifikasi kenapa Indonesia tidak diberi informasi terlebih dahulu terkait dengan eksekusi mati terhadap Misrin.

“Ini bukti bahwa komunikasi tidak jalan,” tegas beliau.

Selain itu, Ermalena juga mengatakan, bahwa negara punya kewajiban memberi perlindungan kepada seluruh warga negara Indonesia (WNI). Tak terkecuali WNI yang bermasalah di luar negeri.

“Untuk yang punya masalah kita juga punya kewajiban untuk mendampingi,” lanjut beliau.

Diketahui, Indonesia telah menerapkan moratorium pengiriman TKI sejak 2011. Hingga tahun ini, moratorium belum dicabut.

Sementara, landasan hukum moratorium tertuang jelas dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 260 Tahun 2015, tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada Pengguna Perseorangan.

Lewat aturan tersebut, pengiriman TKI khususnya pekerja sektor pembantu rumah tangga ke seluruh negara kawasan Timur Tengah. Moratorium berlaku antara lain ke Arab Saudi, Bahrain, Aljazair, Irak, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Mauritania, Mesir, Sudan, Oman, Palestina, Qatar, Suriah, Tunisia, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Yordania.

Sebagai informasi, Muhammad Zaini Misrin adalah TKI asal Bangkalan, Jawa Timur, dihukum pancung pada 18 Maret 2018, dengan tuduhan melakukan pembunuhan di Arab Saudi. Zaini divonis hukuman mati pada 17 November 2008. Pria yang bekerja sebagai sopir di Arab Saudi ini dituduh membunuh majikannya yang bernama Abdullah bin Umar Muhammad Al Sindy. (Ch)