Gus Yasin Bertekad Majukan Pesantren, Madin dan Sekolah Swasta

    39

    PPP.OR.ID – Majunya Gus Yasin menjadi Calon Wakil Gubernur mendampingi Ganjar Pranowo merupakan kabar baik bagi Pesantran, Madrasah Diniyah dan Sekolah Swasta. Merupakan sebuah hal wajar sebab latar belakang Gus Yasin yang berasal dari santri.

    Selama ini masih banyak Madrasah Diniyyah di Jawa Tengah yang membutuhkan perhatian khusus untuk dibuatkan payung hukum, Madrasah Diniyyah sebagai tempat paling ideal untuk pendidikan karakter ini juga perlu disesuaikan dengan program-program Pemerintah Provinsi.

    Komitmen tersebut bukanlah merupakan hal yang tiba-tiba, sebab selama menjabat sebagai DPRD Jawa Tengah, Gus Yasin telah duduk di Komisi E yang membidangi pengawasan dalam bidang kesra, agama, pendidikan, olahraga, pemuda, dan bidang terkait.

    “Jika saya dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi wakil gubernur, program prioritas akan mensinergikan Pesantren, Madrasah Diniyyah, dengan layanan pengembangan Pemerintah Provinsi. Selain itu, pendidikan agama dan umum perlu berjalan bersama agar Jawa Tengah menjadi rumah besar pendidikan multikultural,” terang putra Kiai Kharismatik Maimoen Zubair,  Senin (26-2-2018).

    Beliau menegaskan jika program nyata yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian bantaun sarana-prasarana bagi lembaga, pemberian beasiswa bagi murid, guru, dan tenaga kependidikan agar lebih berkualitas, serta pelaksanaan festival santri secara berjenjang dari tingkat kota/kabupaten hingga nasional untuk promosi pendidikan.

    Ditemui secara terpisah, Arwani Thomafi Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP menegaskan jika Gus Yasin secara pribadi memiliki pengalaman mengembangkan dan memajukan lembaga pendidikan keagamaan.

    “Kita Tahu bersama, Gus Yasin dari kalangan pesantren, tentu perhatiannya terhadap Madrasah Diniyyah akan lebih besar dibanding yang lain,” ungkap Waketum PPP.

    Keberadaan Gus Yasin dalam Pemerintah Jawa Tengah nantinya akan membuat roda pemerintahan lebih berimbang, terutama dalam memberikan perhatian terhadap lembaga pendidikan negeri dan swasta, termasuk di dalamnya pendidikan umum dan agama. Sehingga nantinya Jawa Tengah bisa menjadi contoh pengembangan pendidikan multicultural. (ZA)