HOS. Tjokroaminotosang Guru Para Pendiri Bangsa

153

PPP.OR.ID – Kalimat diatas merupakan kalimat yang mashur dicetuskan oleh Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto. Kata-kata diatas memiliki muatan sangat dalam dan luas. Seinggi-tingginya ilmu, memiliki maksud bagaimana manusia-mansia bangsa Indonesia memiliki kecakapan intelektual agar sadar terhadap penjajahan bangsa kala itu harus dilawan. Kehidupan sebagai bangsa terjajah kala itu harus disadari oleh setiap manusia bangsa indonesia sebagai keadaan yang menyakitkan.

Setinggi-tingginya ilmu menurut HOS. Tjokroaminoto merupakan ungkapan dari sebuah cita-cita untuk mencerdaskan manusia Indonesia melalului pendidikan. Beliau memiliki pandangan kedepan memerdekakan dan membangun bangsa hanya bisa dilakukan dengan ilmu setinggi-tingginya. Sebagai guru dari para pendiri bangsa, beliau memiliki pandangan yang jauh kedepan. Beliau melihat kemerdekaan harus diisi dengan mengusai ilmu sehingga negara dapat dibangun dan dijalankan kearah lebih baik.

Semurni-murninya tauhid, merupakan pandangan bahwa bukan hanya manusia indonesia yang harus bertuhan (bertauhid), tetapi negara juga harus beragama. Inilah yang kemudian diejawantahkan oleh para pendiri bangsa dalam sila pertama pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Hanya orang-orang yang memiliki keyakinan kuat dan murni kepada Tuhanlah  yang bisa diharapkan membangun bangsa. Orang-orang demikian itu tidak akan berani melakukan penyelewengan. Sebab ketaatan dan kepada Tuhan selalu menjadi tolak ukur manjalankan segala aktivitas. Kemurnian tauhid bukan hanya dalam peribadatan tetapi HOS. Tjokroaminotomenggambarkannya harus dapat dilaksankan dalam masyarakat. Ketauhidan harus diejawantahkan dalam kerja-kerja dimasyarakan dengan menolong sesama dan orang-orang miskin.

Kecerdasan dan kemurnian tauhid tidak akan lengkap tanpa diikuti dengan sepintar-pintarnya siasat. Dalam hal ini, yang dimaksud sepintar-pintarnya siasat adalah politik. Sebab dengan politiklah segalanya bisa dikerjakan. Harga sandang, pangan dan papan yang menjadi kebutuhan utam masyarakat itu ditentukan oleh politik. Dalam konteks negara terjajah saat itu ketika kalimat ini dicetuskan, kemampuan berpolitik teramat penting sekali. Selain melakukan perlawanan dengan melakukan perang gerilya jalur politik menjadi langkah relevan untuk merebut kemerdekaan.

HOS. Tjokroaminoto yang mengucapkan kalimat demikian tentu dengan pergulatan pemikiran dan perenungan panjang. Melalui kata-katanya HOS. Tjokroaminoto menitipkan pesan, bahwa seharunya setiap manusia Indonesia harus mapan secara keilmuan, ketuhanan dan politik.  Tiga aspek dalam kata-kata beliau merupakan unsur penting dan saling menguatkan. Karena tiap unsur harus dikuasai secara menyeluruh. Semua itu dibutuhkan untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. (ZA)