Ingatkan Pola Baru Penyebaran Paham Radikalisme, Ketum PPP: Tegakkan Hukum Islam Secara Utuh

120
PPP
Dok. PPP

PPP.OR.ID , Jawa Timur – Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy didaulat menyampaikan pidato ilmiah dalam Wisuda Universitas KH A. Wahab Hasbullah di Jombang Jawa Timur, Sabtu (26/1/2019). Dalam pidatonya, ia meminta para wisudawan untuk mewaspadai paham radikal yang coba dihembuskan oleh kelompok tertentu.

Upaya ini misalnya dilakukan dengan membuat pesan-pesan kunci melalui berbagai media sosial dan website yang membawa narasi bahwa umat Islam di Indonesia diperlakukan tidak adil. Bahkan disebut Islam menghadapi ancaman dari pihak luar.

“Sebagai respons terhadap situasi tersebut, seruannya adalah kembali menegakkan atau menjalani hukum Islam secara utuh dari level individu hingga negara dan melakukan perlawanan terhadap kelompok yang dianggap mengancam tersebut,” kata Gus Rommy.

Gus Rommy meminya semua pihak mewaspadai ini, sebab jika semua terpengaruh dan saling memprovokasi, akan membuat perpecahan antar kelompok. Akibatnya bisa muncul kembali konflik antar agama seperti yang pernah terjadi di Ambon (2011) dan Poso (1998-2000).  Atau konflik antar madzhab seperti yang pernah terjadi di Sampang Madura (2011 dan 2012).

Untuk itu, semua provokasi yang saat ini banyak beredar di media sosial itu harus ditanggapi dengan bijak. Jangan malah memperbesar provokasi dengan memposting hal yang sama di akun media sosial.

“Kita tidak boleh terbawa arus negatif dunia maya, namun harus mampu memfilter informasi-informasi negatif yang bersifat provokatif dan disintegrative,” ujar Gus Rommy.

Gus Rommy mengingatkan peran media sosial saat bisa mempercepat penyebaran radikalisme. Dengan adanya media sosial, pola penyebaran radikalisme berubah dari yang sebelumnya dilakukan secara terpusat melalui pertemuan tertutup, kini berubah menjadi lebih cepat tersebar dan bervariasi. (Sk)