Inisiasi Perpustakaan Desa, Ganjar-Yasin Lawan Hoaks dengan Literasi

    125

    PPP.OR.ID – Tumbuh suburnya hoaks menjadi persoalan baru bagi bangsa Indonesia, hoaks harus direspon sigap dengan langkah kongkrit agar tidak semakin menjadi-jadi dan memecah belah persatuan bangsa. Salah satu cara memerangi hoaks adalah meningkatkan kemampuan daya kritis masyarakat dengan memberikan akses sebanyak-banyaknya mereka atas bahan bacaan yang mencerdaskan.

    Keyakinan atas argumen ini juga dirasakan dan dibenarkan oleh Cagub dan Cawagub Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Taj Yasin. Mereka juga merasakan bahwa persoalan suburnya hoaks di masyarakat dapat dibentengi dengan mencerdaskan masyarakat, mendorong minat baca yang tinggi dan merangsang mereka untuk menjadi pribadi-pribadi yang kritis.

    Apa yang akan dilakukan oleh pasangan nomor satu itu ? Ganjar-Yasin meyakini bahwa kata kunci dari melawan suburnya hoaks adalah meningkatkan tempat-tempat bacaan yakni perpustakaan. Pasangan ini meyakini bahwa perpustakaan adalah salah satu kunci penting untuk menumbuhkan daya nalar dan kritis masyarakat.

    Tak tanggung-tanggung, demi tujuan mulia ini, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin merencanakan untuk membangun perpustakaan di tiap desa di Jawa Tengah. Program – pembangunan perpustakaan di tiap desa adalah bagian dari ikhtiar untuk merangsang minat baca masyarakat. Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin, meyakini bahwa bila masyarakat terus dalam keadaan rendah minat baca, sangat mungkin untuk dipermainkan oleh beredarnya berita-berita hoaks. Mereka tak memiliki benteng kritis untuk memilah dan memilih informasi yang benar.

    Dalam konsepnya, perpustakaan-perpustakaan (di tiap desa) itu akan dibangun di sekitar lingkungan sekolah atau pondok pesantren atau juga lembaga keagamaan lainnya. Buku-buku di perpustakaan itu juga tidak akan bebas begitu saja. Pasangan ini menghendaki bahwa koleksi buku di perpustakaan tersebut akan disaring dan diseleksi oleh para ulama dan santri. Hal itu dilakukan guna menghindari beredarnya literatur-literatur yang berpaham ekstrem. Perpustakaan ini diharapkan menjadi tempat baca.

    Perpustakaan tersebut juga harus berisi koleksi bacaan yang beragam dan luas. Taj Yasin menginginkan juga buku-buku yang menumbuhkan rasa nasionalisme di dalam masyarakat. Selain itu, konsep perpustakaan desa yang dicanangkan oleh pasangan ini juga diharapkan dapat menjadi tempat yang menyenangkan bagi masyarakat. (Ay)