IPNU Didorong Jadi Garda Terdepan Lawan Paham Radikal

67

PPP.OR.ID – Purbalingga: Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama (IPNU) harus menjadi garda terdepan melawan paham radikal ingin memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Demikian dikemukakan Ketua Umum PPP Romahurmuziy saat membuka lomba cerdas cermat empat pilar Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Purbalingga, Minggu (7/5/2017).

Acara itu juga diawali dengan pelantikan pengurus Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Karanganyar, Purbalingga.

“Paham-paham mengajarkan perpecahan tersebut sudah marak terutama di kampus atau lembaga pendidikan. Karena itu IPNU harus menjadi garda terdepan untuk melawan,” tegas Romi yang juga anak pendiri IPNU yakni KH. Prof. Dr. M. Tolchah Mansoer, SH.

Lebih lanjut, Romi menyarankan, dibentuk korps mubaligh untuk menyebarluaskan pemikiran Islam sebagai rahmat seluruh alam.

IPNU dan IPPNU ajarkan ahlul sunah waljamaah untuk pemula, menjadikan Islam sebagai rahmatan lil alamin, pintanya.

Sementara itu, Romi mengimbau, masyarakat khususnya orang tua turut mencegah para pelajar terpengaruh paham yang berkeinginan mendirikan khilafah dengan mengingkari Pancasila.

Ditegaskan, Pancasila telah menjadi kesepakatan pendiri bangsa Indonesia yang salah satu berasal dari Nahdlatul Ulama sehingga mengingkari Pancasila sama saja mengingkari NU.

“Perwakilan NU dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah Kiayi Wahid Hasyim. Membelakangi Pancasila sama saja membelakangi NU dan Kiayi Wahid Hasyim,” ujarnya.

Dikatakan, akhir-akhir ini perbedaan di antara masyarakat Indonesia menjadi sumber perpecahan padahal sebenarnya menjadi kekuatan untuk bersatu.

Karenanya, ia meminta, jangan menjadikan kebhinekaan sebagai sumber perpecahan karena bangsa Indonesia berdiri berdasarkan perbedaan.

“Sepanjang mengakui bangsa Indonesia maka akan hilang perbedaan karena bangsa kita didirikan diatas perbedaan,” pungkasnya.

Adapun  serangkaian kunjungan kerja di Kecamatan Karang Anyar itu, Romi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Istoqomatus Salafiah.

Nampak ratusan warga menyambut antusias. Romi juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu. (rri.co.id/TN)