Jadi Pemateri, Ermalena Tegaskan Pernikahan Dini Tak Selamanya Menjanjikan

96
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI , Ermalena
Foto : Istimewa

PPP.OR.ID , NTB – Tim Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN ) Perwakilan NTB bersama mitra kerja gencar menekan angka kelahiran, melalui Keluarga Berencana (KB). Puluhan desa disasar untuk sukseskan program tersebut demi menekan pernikahan dini. Sebab menikah dini sama dengan memperburuk masa depan hidup.

Senada dengan hal itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena MHS cukup tegas dengan masalah yang satu ini. Bahwa pernikahan dini tidak selamanya menjamin masa depan hidup.

“Kalau dia nikah dini, tentu putus sekolah, kan? Kalau putus sekolah, tentu tidak bisa menjamin dapat pekerjaan bagus. Kalau sudah begini, tidak ada jaminan masa depan,” kata Ermalena saat menjadi pemateri dalam acara Program Pengendalian Penduduk bersama mitra kerja diselenggarakan BKKBN Perwakilan NTB, Sabtu (6/10).

Ia tidak ingin penduduk setempat hanya menjadi TKI atau TKW yang gajinya rendah, melainkan harus bekerja di tempat berkelas dengan syarat pendidikannya harus berkualitas. “Kalau ke luar negeri, harus jadi bos dong. Jangan mau jadi TKI TKW gaji kecil,” tegas politisi PPP ini. Ia prihatin, di NTB rata rata pendidikan masih 6,8 tahun. Kelas I SMP, siswa siswi sudah menikah. Maka dari itu, Ermalena menyarankan agar dalam berkeluarga harus direcanakan.

Kades Tanak Rarang, Misbahul Haram menyebut,  ada 738 KK di desanya dengan pasangan usia subur 649 KK. Dari jumlah itu yang aktif program KB 442 orang atau 6 7,7 persen. (Sk)