Ketum PPP Ajak Milenial Lawan Hoaks dan Tak Alergi Politik

184
PPP
Dok. PPP

PPP.OR.ID, Sukabumi – Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy mengajak santiwan dan santriwati Yayasan Darusyyifa Al Fitrat YASPIDA Sukabumi untuk melawan dan fitnah, demi menciptakan pemilu yang bermartabat dan terhormat, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, Rabu (6/3/2019).

Dihadapan ribuan peserta didik yang mengikuti seminar kebangsaan, mulai dari SMK, SMA, MA, dan Mahasiswa IAIN, Gus Rommy—sapaan akrab Ketum—mengatakan metode paling tepat untuk menyosialisasikan anti hoaks kepada generasi milenial dan masyarakat umum ialah melalui seminar kebangsaan ini.
“Kegiatan seperti ini harus didukung, dan ini merupakan metode yang tepat untuk melawan hoaks dan fitnah,” kata Gus Rommy yang hadir bersama Anggota Komisi 10 DPR RI, Hj. Reni Marlinawati.

Gus Rommy turut memotivasi peserta didik dan santriwan-santriwati YASPIDA Sukabumi, agar menjadi pemimpin yang  hebat di masa yang akan datang.

“Kami berharap jangan alergi  dengan politik, karna politik membutuhkan  politisi- politisi santri. Semakin banyak politisi dari santri, maka kekuasaan yang ada di Indonesia akan melindungi dan pengembangan Agama, bahwa Pemerintah saat ini sangat memperhatikan dan memberi perhatian khusus kepada pesantren di bidang pemberdayaan ekonomi mikro,” papar Gus Rommy yang seorang cucu dari pendiri NU tersebut.

Perhatian pemerintah ini, sambung Gus Rommy, salah satunya diwujudkan dengan pembangunan Balai Latihan Kerja Komonitas (BLK) di 1000 pondok pesantren tahun 2019. Program pemerintah itu untuk meningkatkan keterampilan para santri dalam rangka menghadapi dunia kewirausahaan yang mereka akan geluti, sebab santri harus menjadi pengusaha yang sukses dan menciptakan lapangan kerja, bukan untuk menjadi karyawan atau pegawai negeri saja.

Sementara itu, Anggota komisi 10 DPR RI, Hj. Reni Marlinawati berpesan bahwa kita harus menjaga dan mencintai negeri. “Jangan sampai kita terpecah belah dengan fitnah dan unsur kebencian sesama umat. Keagamaan dan kebangsaan harus tetap bersama dan tak dapat sipisahkan,” tuturnya. (sk)