Ketum PPP Beri Jas Hijau untuk Paslon Khofifah-Emil Dardak

    9

    PPP.OR.ID – Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak diadakan di Hotel Novotel East Samator, Surabaya, pada Jumat (16/3). Dalam acara tersebut, Paslon Khofifah-Emil Dardak menyebut bahwa acara itu memiliki kesan tersendiri.

    Hal itu dikarenakan, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy memberikan jas hijau PPP untuk Paslon Khofifah dan Emil.

    “Saya meyakini bahwa jas ini memiliki makna besar bagi PPP. Yang perlu dipahami, PPP berperan besar dalam saya berproses selama ini,” ungkap Khofifah.

    Cagub Khofifah menyebut, beliau mengenakan jas hijau dan menjadi salah satu momen yang sangat berkesan. Sebab, selama ini meski kerap mengenakan simbol warna hijau Muslimat, dan sudah bertahun-tahun beliau tidak mengenakan jas hijau PPP.

    Selain itu, Cagub Khofifah mengakui, bahwa beliau belajar kampanye tahun 1992 saat masih bergabung dengan PPP. Kemudian beliau juga diberi kesempatan, untuk menjadi pimpinan Komisi dan Fraksi serta pidato di MPR RI ketika berada di bawah bendera PPP.

    “Sampai hari ini masih ada bagian, dari bagian hidup saya yang tidak putus dari PPP. Karena gaji pensiun saya adalah gaji pensiun PPP,” canda Khofifah.

    Senada dengan itu, beliau juga meyakinkan kepada Ketum PPP M. Romahurmuziy, bahwa pihaknya tidak akan melupakan proses penghantaran beliau saat di Legislatif RI. Jika terdapat komunikasi yang menurun intensitasnya beberapa tahun belakangan ini, maka beliau meminta agar dimaklumi.

    “Tapi saya selama ini selalu berdampingan dengan Bu Nyai Machfudhoh. Yakinlah bahwa nafas PPP mengalir dalam nafas saya. Karenanya saya ingin bersama PPP yang memiliki tekad sama untuk menyejahterakan masyarakat Jawa Timur,” tegas Khofifah.

    Khofifah yang juga mantan Menteri Sosial mengatakan, masyarakat miskin adalah golongan yang rentan dieksploitasi. Berdasarkan survei, calon pemimpin yang dipilih adalah calon yang bisa mengatasi masalah kemiskinan di Jatim.

    “Kami, saya dan Mas Emil, teruji memiliki kemampuan itu, Gus Romy. Tidak hanya saya saat jadi Mensos, tapi sejak saya menjadi Kepala BKKBN, saya juga mengemban tugas mewujudkan keluarga sejahtera,” ucap beliau.

    Terlebih saat melihat fakta, bahwa angka kemiskinan pedesaan begitu tinggi mencapai 15,58 persen, sedangkan kemiskinan di perkotaan tujuh persen. Itu artinya, kemiskinan di pedesaan dua kali lipat dibandingkan di perkotaan.

    Padahal, seperti kita ketahui, warga masyarakat di pedesaan ini, jelas Khofifah adalah warga yang sering dan rajin istighosah. Tidak adil rasanya, jika mereka tetap dibiarkan tidak bisa menikmati kesejahteraan.

    Dengan begitu, Paslon Khofifah-Emil Dardak meyakinkan seluruh pimpinan PPP untuk bisa bersama-sama mengatasi masalah tersebut.

    “Kami tentu mengucapkan banyak terima kasih kepada PPP yang bersedia mengusung kami. Terutama terima kasih untuk Bapak Musyafak Noer, Ketua DPW PPP Jawa Timur,” pungkas Khofifah. (Ch)