Ketum PPP : Humphrey Djemat Akan Dibidik Pasal Pidana Karena Membohongi Publik

48
PPP
Foto : Istimewa

http://PPP.OR.ID , Jakarta – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Gus Romy) akan mengambil langkah hukum kepada Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta Humprey Djemat terkait dukungannya kepada pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Menurut Gus Rommy, Humphrey Djemat akan dibidik pasal pidana karena mengaku-aku dan membohongi publik. “Saya sudah memperingatkan Humphrey untuk tidak mengaku-aku karena kalau ada nabi palsu maka PPP kubu Humphrey merupakan PPP palsu,” ujar Gus Rommy, Minggu (25/11/2018) sore.

Gus Rommy menegaskan, tidak ada dualisme PPP karena masalah itu sudah berakhir pada Juli 2017. PPP sampai hari ini, kata Gus Romy, sudah bulat di bawah kepimimpinan hasil muktamar 2016 di Jakarta dan PPP juga sudah menentukan pilihan secara utuh seluruh cabang dari mulai Sabang sampai Merauke mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-KH Ma’ruf amin.

Gus Rommy bahkan menyebut Humprey merupakan petualang politik yang barangkali selama hidupnya belum pernah mencoblos PPP. “Jadi jangan ada yang terbingungkan dengan manuver politiknya. Karena itu, hanya manuver politik murahan dari seorang petualang politik,” katanya.

Menurut Gus Rommy, saat ini dirinya setiap hari berkeliling seluruh Nusantara untuk mengampanyekan pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan seluruh caleg PPP diwajibkan mengampanyekan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu.

Terkait target kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Jawa Tengah, Gus Rommy optimistis bisa mencapai angka 80 persen, tapi untuk kemenangan tingkat nasional 70 persen. “Angka 70 prosen itu sampai saat ini masih on the track,” ucapnya.

Meski demikian, Gus Rommy mengimbau kepada tim sukses Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin jangan mudah berpuas diri, karena sesungguhnya dukungan yang semakin besar kepada Jokowi-KH Ma’ruf Amin menunjukkan masyarakat mengakui kinerja Jokowi sebagai kerja yang nyata untuk rakyat. (Sk)