Ketum PPP Minta Relawan SuperJO Berani Lawan Hoax

44
PPP
Dok. PPP

http://PPP.OR.ID , Jakarta – Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy memberi pembekalan kepada Relawan Suara Pergerakan Rakyat untuk Jokowi (SuperJO) di IPC Corporate University, Jl Puncak Ciawi Bogor, Kamis (6/12/2018). Gus Rommy, sapaan akrabnya, meminta relawan SuperJO berani melawan berita palsu alias hoax yang selama ini ditujukan kepada Joko Widodo oleh lawan politik.

“Relawan SuperJO harus berani melawan hoax yang bertebaran selama ini. Jawab semua hoax yang ada dengan berita benar,” kata Gus Rommy di hadapan 500 relawan SuperJO asal Kabupaten Bogor.

Gus Rommy menyebut hoax yang sering ditujukan ke Jokowi adalah PKI, non muslim,pro asing, antek aseng, serta tidak dekat dengan umat Islam dan ulama. Padahal kenyataannya berbeda sama sekali.

“Pak Jokowi bahkan disebut ajudan Aidit, padahal Pak Jokowi lahir pada 1961, dan PKI dibubarkan pada 1966. Begitu juga dengan fitnah non muslim, padahal ia jelas lahir dari keluarga muslim dan lahir ibadah,” jelasnya.

Sementara itu hoax pro asing menurut Rommy mudah dibantah, karena Jokowilah yang mengambil alih Blok Mahakam dari perusahaan Total asal Prancis dan diserahkan ke Pertamina. Begitu juga dengan Blok Rokan, dari Chevron ke Pertamina. Freeport di Papua yang sejak berdiri pada 1967 dikuasai asing, kini 51% sahamnya akan dikuasai Indonesia.

“Hoax itu selalu diproduksi dan disuarakan terus menerus. Mereka ingin berita bohong ini dianggap benar oleh masyarakat. Namun kita tidak gentar, dan SuperJO saya yakin akan berjuang untuk memberantas kebohongan ini,” pinta Rommy.

Rommy menyebut bahwa memerangi hoax juga merupakan ibadah. Sehingga niat ibadah ini bisa melipatgandakan semangat para relawan SuperJO.

“Kita berjuang untuk memerangi hoax dan ujaran kebencian. Ini adalah perjuangan yang sesuai dengan nilai-nilai agama,” tambah Rommy.

Rommy yakin, keberadaan SuperJO akan membuat kemenangan Jokowi-Amin akan semakin besar di Bogor. Pada Pilpres 2019 mendatang, Jokowi-Amin ia yakini akan memperoleh 70% suara di Bogor. (rel/Sk)