Ketum PPP Nilai Wajar Desakan Memulangkan Dubes Arab Saudi

30
PPP
Dok. PPP

http://PPP.OR.ID , Jakarta – Kicauan Duta besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Muhammad Al-Shuaibi yang menyinggung Gerakan Pemuda (GP) Ansor merupakan hal yang tidak pantas dilakukan.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy menilai Osama telah menyalahi aturan dalam wilayah diplomasi.

“Seorang duta besar itu tamu, yang tentu tidak pantas bagi seorang tamu untuk mencampuri urusan rumah tangga yang dia datangi,” ujar Gus Rommy sapaan Romahurmuziy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12).

Atas alasan itu, dia menilai desakan berbagai pihak kepada pemerintah Indonesia untuk memulangkan Osama ke negara asalnya merupakan hal yang wajar.

“Sebab, apa yang dia lakukan sudah bukan hanya ikut mencampuri, tetapi juga menyalahi,” tegasnya.

Pertama, kata Gus Rommy, Osama dianggap telah memprovokasi berita dengan narasi-narasi yang berlebihan.

“Seolah-olah jumlahnya begitu banyak padahal jumlahnya hanya puluhan ribu tentu kita sudah bisa menghitungnya secara ilmiah,” kata Gus Rommy.

Ditambah, lanjut Rommy, justifikasi dan tudingan sesat terhadap salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) di Indonesia terlalu tendensius.

“Dia melabelkan sesat kepada organisasi yang melakukan pembakaran (bendera bertulis kalimat tauhid),” kata dia.

Menurunya, desakan dari beberapa pihak terhadap Osama juga menjadi peringatan bagi dubes lain, untuk tidak mencampuri wilayah domestik.

“Itu sekaligus peringatan kepada seluruh duta besar dari semua negara bahwa jangan mencampuri urusan dalam negeri negara lain,” tutupnya. (Sk)