Ketum PPP: Politisasi Agama Itu Merendahkan Agama

97
PPP
Dok. PPP

PPP.OR.ID, Yogyakarta Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuziy menilai soal kekhawatiran tak akan ada lagi yang menyembah Allah dalam puisi Neno Warisman tidak tepat. Neno menyitir doa nabi Muhammad Saw. saat perang badar, sementara saat ini dalam situasi politik yang seharusnya damai.

Konteks doa itu menjadi tidak tepat karena seperti terjadi politisasi agama yang membabi buta.

“Politisasi agama itu akan merendahkan agama,” ujar Gus Rommy di Pondok Pesantren Pandan Aran Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/2/2019).

Ketua Dewan Pembina Majelis Dakwah dan Pendidikan (Madani) ini mengatakan, doa yang Neno ucapkan saat acara yang dihadiri tokoh politik itu seolah menyatakan pesaing politik adalah kafir. Ia menyebut cara Neno beragama seperti menunjukkan awal kesesatan.

“Lho ini kok sudah menghakimi seolah olah pendukung paslon 01 seolah-olah tak akan menyembah Allah,” ujarnya.

Ia berharap Neno bisa menjalankan agama dengan sejuk. Artinya, kata dia, jika ada kebenaran pada dirinya, bukan berarti tak ada yang salah. Sementara, bila pihak lain ada salah, bukan berarti tak ada benarnya.

“Mari kita sama-sama tidak menggunakan politisasi agama secara membabi buta sehingga menutupi keagamaan itu sendiri,” ucapnya.

Menurut dia, cara politisasi agama yang membabi buta itu seperti adu domba dan menyebar kebencian. Gus Rommy mengatakan, bermain politik harusnya mengajak pemilih dengan cara yang benar dengan berbasis fakta. (sk)