Ketum PPP Sebut Perbedaan Pendapat Biasa di Kalangan Santri

48
PPP
Foto : Istimewa

http://PPP.OR.ID , Brebes – Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy mengingatkan agar perbedaan pendapat tidak menjadi masalah. Menurutnya, kini banyak orang yang suka marah karena berbeda pilihan politik.

Dihadapan santri Ponpes Al Hasaniyah, Brebes pada acara Halaqoh Alim Ulama, Minggu (25/11/2018), Gus Rommy menyampaikan bahwa tradisi perbedaan pendapat juga sudah menjadi hal biasa di kalangan santri.

Pada kitab fiqh, lanjut Gus Rommy, para ulama sering mengakomodir sejumlah pendapat yang berbeda tentang suatu hukum.

“Dalam kitab sering dijumpai kalimat fiihi qaulahi (di dalamnya ada dua pendapat) atau fiihi aqwaal (di dalamnya ada banyak pendapat), sehingga tradisi berbeda pendapat sudah biasa di kalangan santri. Orang yang sering marah karena berbeda pilihan itu pasti tidak pernah ngaji kitab,” kata Gus Rommy.

Lebih lanjut ia mengatakan, kini banyak kelompok yang suka marah karena perbedaan politik. Khususnya pendukung dua calon presiden yang akan bertarung di Pilpres 2019.

Tahun depan, hanya ada dua capres sehingga membuat polarisasi pendukung semakin kental. Bahkan ada yang saling mengkafirkan kelompok lainnya.

“Pada Pilpres 2019 hanya ada dua capres yang maju, sama dengan Pilpres 2014 lalu. Sehingga dua calon ini membuat rivalitas sangat kuat dan masyarakat seperti terbelah pada dua kelompok. Berbeda dengan 2004 lalu saat ada lima pasangan calon dan 2009 ada tiga pasangan calon,” jelasnya.

Gus Rommy berharap keadaan tetap terkendali dan masing-masing pendukung bisa saling menghargai meskipun hanya ada dua capres. Setiap pasangan calon dan pendukungnya juga diminta untuk melakukan kampanye politik, yaitu memperkenalkan profil capres yang dipilih sekaligus program yang ditawarkan.

Sebagai pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Gus Rommy yakin pasangan dukungan PPP ini akan memperoleh 80% suara di Jawa Tengah.

“Jawa Tengah merupakan daerah yang paling optimis untuk memenangkannya Jokowi-Amin dan pasangan ini kami yakin bisa mendapatkan 80% suara di Pilpres mendatang,” pungkasnya. (Sk)