Ketum PPP: Sekarang Berbuat Baik Apa pun Dinggap Pencitraan

87
Romahurmuziy
Foto : Istimewa

PPP.OR.ID , Surabaya – Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy menilai kebijakan yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo kerap dikritik dan disebut pencitraan oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Sekarang mau berbuat apa pun kepada rakyat itu dianggap pencitraan. Jadi sekarang yang mau melakukan pencitraan itu mereka atau kita? Karena kalau kita hari ini berbuat baik kepada rakyat, dianggap pencitraan,” ujar Gus Rommy di Hotel Empire Place, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/10).

Gus Romy meminta semua pihak untuk berkampanye yang mendidik dan adil di Pilpres 2019. Menurutnya, tidak tepat jika kebijakan pro-rakyat dinilai sebagai pencitraan untuk meraih simpati rakyat.

Gus Romy menjelaskan, alasan Jokowi membebaskan tarif di Jembatan Surabaya-Madura, karena lalu lintas di sana belum maksimal.

“Perkembangannya masih relatif stagnan, karena itulah kemudian pemerintah mencoba melakukan terobosan. Barangkali hari ini yang menjadi persoalan adalah masih dikenalkannya tarif di tol Suramadu itu,” katanya.

“Sehingga kemudian dia tidak lagi dijadikan tol berbayar tetapi tol tidak berbayar. Nah kita harapkan cita-cita awal berdirinya jembatan Suramadu untuk meningkatkan industrialisasi di Madura bisa tercapai dengan pembebasan kemarin,” imbuhnya.

Ia yakin pernyataan negatif kubu lawan tidak akan mempengaruhi elektabilitas Jokowi-Ma’ruf. Menurutnya, kubu Prbaowo-Sandi sudah kehilangan arah sehingga ingin menjatuhkan calon petahana.

“Saya melihat yang bisa dilakukan oleh sebelah adalah menjatuhkan, memprovokasi dan mempropaganda. Tapi saya ingatkan, itu jangan diteruskan. Karena tidak baik untuk rakyat,” tutup Gus Rommy. (Sk)