Ketum PPP Ungkap Kedekatan PPP dan Muhammadiyah

48
PPP
Dok. PPP

http://PPP.OR.ID , Jakarta – Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy menyebut bahwa partainya selama ini memiliki hubungan yang harmonis dengan Muhammadiyah. Bahkan menurutnya, partai berlambang Kabah ini bisa dibilang merupakan ‘cucu’ Muhammadiyah karena didirikan oleh Permusi yang tak lain sayap perserikatan ini.

“Muhammadiyah adalah ‘kakek’ kami. Karena pada 5 Januari 1973, PPP didirikan oleh 4 parpol Islam yaitu NU, Parmusi, PSII dan Perti. Sedangkan Parmusi sendiri didirikan 17 Agustus 1967 oleh 16 ormas Islam yang di antaranya adalah Muhammadiyah,” kata Gus Rommy, Kamis (16/8/2018).

Maka tidak heran, sambungnya, dalam perkembangannya, PPP selalu menyampaikan aspirasi Muhammadiyah, termasuk untuk mengisi kepemimpinan nasional. Ia mencontohkan, PPP bukan sekali ini saja mencalonkan mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin untuk menjadi calon pemimpin nasional.

Pada 2014, Musyawarah Kerja Nasional PPP mengusulkan sejumlah nama untuk diajukan menjadi calon presiden, diantaranya adalah Din, Joko Widodo, dan Jusuf Kalla. Selain itu, ada juga nama Hasyim Muzadi, Khofifah Indar parawansyah, Jimly Assiddiqi, dan Isran Noor.

Dia mengaku cukup terkejut, kenapa sempat muncul isu yang menyebut PPP menjadikan Din hanya sebagai lucu-lucuan dalam daftar Cawapres Jokowi.

“Tidaklah mungkin PPP meninggalkan Muhammadiyah, apalagi menjadikan mantan ketua umumnya sebagai ‘lucu-lucuan’. Apalagi yang sedang kita kerucutkan adalah nominasi orang kedua terpenting dalam protokeler di NKRI,” kata Gus Rommy.

Saat mengajukan nama Din ke Jokowi, Gus Rommy menyabut bahwa Din selain tokoh Muhammadiyah juga diterima di banyak kalangan. Din juga pernah dikenal sebagai Ketua wilayah Ikatan Pelajar NU NTB. Maka tidak heran, Din kadang disebut sebagai warga NU yang dipercaya menjadi Ketum Muhammdiyah.

“Beliau sosok cendekiawan lintas iman, itu juga yang saya duga melatari mengapa Prof. Din Syamsudin yang dibisikkan kepada saya, di kantor PP Muhammdiyah untuk diusulkan sebagai Cawapres Pak Jokowi,” tambah Gus Rommy.

Gus Rommy menyebut isu lucu-lucuan yang berkembang saat ini hanya mis-interpretasi yang meluas karena kutipan tambahan yang bahkan tidak disampaikan Mahfud MD saat tampil di acara Indonesia Lawyers Club pada 14 Agustus lalu.

Dikatakannya, setelah Mahfud blak-blakan, ada sejumlah kalangan mencoba mengambil manfaat dengan cara mempelintir komentar Mahfud. (Sk)