Khofifah-Emil Unggul di Pilgub Jatim 2018

    81

    PPP.OR.ID – Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut bahwa, pertarungan antara Khofifah Indar Parawansa dengan Saifullah Yusuf pada ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur cenderung bersifat tradisional.

    Sementara itu peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby mengatakan, salah satu aspek pertarungan di Pilkada Jatim yaitu antara golongan nahdliyin dan nasionalis.

    “Jatim itu pertarungan yang sifatnya tradisional antara Khofifah-Gus Ipul,” ujar Adjie, Rabu (27/6/2018).

    Selain itu, Adji juga menuturkan, pada ajang Pilkada Jatim kali ini yang menjadi faktor utama adalah citra atau image petahana tidak terlalu kuat melekat pada Gus Ipul. Padahal, Gus Ipul merupakan petahana Wakil Gubernur Jatim. Terkait dukungan dari basis nasionalis, sosok Emil Dardak cukup berperan dalam menyedot suara.

    “Hasil pengamatan kami, Emil bisa menarik pemilih meskipun PDI-P mendukung Gus Ipul. Puti (Guruh Soekarno) tidak mampu mengambil kantong suara nasionalis,” sebut Adjie.

    Salah satu kunci kemenangan Khofifah dalam Pilkada Jatim, imbuh Adjie, adalah ia secara personal kuat di basis Nahdlatul Ulama (NU). Terlebih, Khofifah juga unggul secara gender, yakni pada basis pemilih perempuan yang memiliki kecenderungan lebih loyal.

    Hasil hitung cepat atau quick count LSI Denny JA menunjukkan pasangan Khofifah-Emil memenangkan Pilkada Jatim dengan perolehan suara 54,29 persen. Sementara, pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno memperoleh 45,71 persen suara. Angka ini bukan hasil penghitungan resmi. KPU akan melakukan rekapitulasi hasil suara hingga 9 Juli 2018. (Ch)