Kontroversi Dalam Pemerintahan Anwar Sadat

    126

    PPP.OR.ID – Ketika negara-negara Islam bersatu membela Palestina dalam perang Yom Kippur tahun 1963, saat itulah peran besar dimiliki oleh Mesir. Pasalnya, Mesir mengerahkan armada tempurnya dalam skala besar untuk menyerang Israel. Namun, setelah itu Mesir justru berdamai dengan Israel, hal itulah yang menyebabkan kemarahan Muammar Khadafi dan negara-negara Islam lain terhadap presiden Mesir kala itu, yakni Anwar Sadat.

    Keterlibatan pasukan yang dikomandoi Anwar Sadat tersebut lantaran Mesir ingin merebut daerah Sinai yang diambil alih oleh Israel, selain itu Mesir juga memiliki kerjasama militer dengan Suriah, hal itulah yang memaksa Mesir untu menunjukkan keterlibatannya dalam mengempur negara yang saat itu memiliki perdana menteri bernama Golda Meir.

    Tak lama setelah perang Yom Kipur, terdapat Camp David Agreement antara Mesir, Israel, dan Amerika akan dikembalikannya Sinai ke Mesir. Anwar Sadat lebih memilih cara damai untuk merebut kembali Sinai dari kuasa Israel, dan enggan memperjuangkan hak-hak kaum Palestina. Hal tersebutpun menjadi kontroversi, menimbulkan kekecewaan negara-negara Arab lain, namun juga rakyat Mesir.

    Pemerintahan Anwar Sadatpun berakhir pada tahun 1981, dimana presiden penerus Gamal Abdul Naser ini tewas terkena terjangan peluru saat sedang menghadiri parade militer di Kota Kairo (dari berbagai sumber/tran)