Kubu Lawan Sowan ke Senior PPP, Gus Rommy: Ini Rejection Factor

52
Romahurmuziy dan Mbah Moen
Foto dok. istimewa

PPP.OR.ID – Ketum Partai Persatuan Pembangunan, M Romahurmuziy atau Gus Rommy tak khawatir dengan manuver pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang makin gencar bermanuver untuk merebut basis suara dari Nahdlatul Ulama (NU).

“Tautan historis antara Prabowo-Sandi dengan NU tidak ada. Sulit rasanya membayangkan warga NU ke mereka. Ini rejection factor,” kata Gus Rommy dilansir detikcom, Sabtu (29/9/2018).

Gus Rommy tak mengomentari pertemuan Prabowo sowan ke tokoh NU yang juga senior di PPP, KH Maimoen Zubair (Mbah Moen). Gus Rommy hanya menegaskan bahwa hanya ada satu tokoh NU peserta Pilpres 2019.

“KH Maruf Amin adalah satu-satunya wakil NU di kontestasi Pilpres ini. Ini pull factor. Apalagi NU di Pilpres ini kompak, baik struktural maupun kultural semuanya ke KMA,” ungkap Ketum partai bergaya milenial ini.

Menurut Gus Rommy, Jokowi segera dijadwalkan untuk bertemu Mbah Moen. Gus Rommy sudah menemui putra Mbah Moen, Taj Yasin, soal rencana pertemuan tersebut.

“Tapi perlu dicatat bahwa Mbah Moen sudah berkali-kali juga jumpa Pak Jokowi, terakhir pas pelantikan para gubernur bulan ini, jadi komunikasinya juga lancar. Apalagi KMA, kan juga sudah duluan ke Mbah Moen,” tutur Cicit pendiri NU itu.

Terpisah, Sekjen PPP Arsul Sani juga menyatakan pertemuan Jokowi dengan Mbah Moen sudah sering dilakukan. Dia mencatat setidaknya ada 6 kali pertemuan.

“Yang saya ingat sejak bulan April saja paling tidak Pak Jokowi bersilaturahmi dengan Mbah Moen di berbagai acara, seperti puncak hari lahir PPP di Semarang, di acara Majelis Zikir Hubbul Wathon di istana, pada saat pelantikan gubernur beberapa propinsi di mana putra Mbah Moen (Gus Yasin) dilantik sebagai Wagub Jateng, di acara-acara ulama NU lainnya,” papar Arsul.

Menurut Arsul, Jokowi sebagai petahana yang sering melakukan kunjungan ke daerah tak perlu gencar bersafari. Sosok Jokowi sudah dikenal masyarakat umum dan juga santri, kata dia. Begitu pula dengan Ma’ruf Amin yang sudah amat dikenal oleh kaum santri.

“Tentu menjadi aneh kalo polanya seperti yang dilakukan Pak Prabowo Subianto. Kalau Pak PS, kan capres non-petahana, ya wajar kemudian baru membangun silaturahmi via safari,” tandasnya. (Sk)