Kunjungi Pasar Giwangan Yogyakarta, Ketum PPP Cek Harga Bahan Pokok

67
Romahurmuziy ke Pasar Induk Giwangan Yogya
Dok. PPP

PPP.OR.ID , Yogyakarta – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy Selasa (9/19) malam lalu berkesempatan mengunjungi Pasar Induk Sayur Giwangan Yogyakarta. Kedatangannya untuk mengecek harga bahan-bahan pokok yang biasa dikonsumsi masyarakat. Hasil temuan di pasar induk tersebut menurut Gus Rommy cukup memuaskan. Hampir keseluruhan harga bahan pokok terbilang stabil.

“Dari catatan harga yang saya peroleh dan berdasarkan pengakuan para pedagang, hampir semua bahan pangan stabil dan hanya sedikit yang mengalami kenaikan,” kata Gus Rommy, Rabu (10/10).

Harga bahan pokok yang dicek Gus Rommy diantaranya, bawang merah dan putih berkualitas bagus harganya berkisar Rp12.000 dan Rp 24.000 per kilogram. Sementara tomat Rp 6.000 per kilogram, kacang panjang Rp 7.500 per kilogram, jahe Rp 20.000 per kilogram, kencur Rp 35.000 per kilogram. Harga tersebut terbilang normal.

Dari sejumlah sayuran yang ada, lanjut Gus Romy, hanya kubis yang mengalami peningkatan harga. Jika semula hanya Rp 4.000, kini menjadi Rp 6.000 per kilogramnya.

“Menurut pengakuan pedagang, kenaikan itu terjadi disebabkan pasokan dari Wonosobo berkurang,” jelas Gus Rommy.

“Untuk beras berkualitas yang paling bagus di pasar induk Giwangan ini sebesar Rp 12.000 per kilogram. sedangkan telur dan ayam potong masing-masing Rp 21.000 kilogram dan Rp 30.000 per kilogram. Tidak mengalami kenaikan,”imbuh Gus Rommy.

Lebih lanjut Gus Rommy menilai, stabilnya harga bahan pokok di pasar induk Giwangan, Yogyakarta menandakan tingginya nilai tukar Dollar Amerika terhadap Rupiah tidak berdampak pada kenaikan bahan pangan. Menurutnya, Pemerintah berhasil menekan laju inflasi. Bahkan dalam dua bulan terakhir, harga kebutuhan mengalami penurunan atau deflasi.

“Stabilitas harga bahan pokok bahkan cenderung sebagian menurun ini memperkuat data dari BPS (Badan Pusat Statistik) bahwa pada Bulan September terjadi deflasi sebesar 0,18 persen,” pungkas Gus Rommy. (Sk)