Laksamana Piri Reis, Perintis Peta Dunia

293

PPP.OR.ID – Hadji Ahmed Muhiddin Piri atau lebih dikenal dengan Piri Reis, Reis (Rais) berarti Kapten adalah laksamana dan kartograf (ahli pembuat peta) Utsmaniyah. Ia yang lahir pada tahun 1465 M dimasa kepemimpinan Sultan Turky-Utsmaniyah Suleiman I. lahir pada tahun 1465 M di Gallopoli, Turki yang merupakan wilayah pantai . Piri Reis merupakan kartografer Muslim terkemuka yang mewariskan peta dunia terlengkap pertama yaitu Peta Piri Reis.

Piri Reis lahir di Gallipoli, Turki, yang merupakan wilayah pantai atau didaerah Karaman di sentral Anatolia. Ayahnya bernama Haci Mehmet, Pamannya Laksamana terkenal Kemal Reis. Ia menghabiskan masa kanak-kanak dan remaja bersama pamannya, Kemal Reis. Pamannya, yang mendorong Piri mencintai laut, pelayaran dan ilmu kartografi, adalah pelaut dan kapten kapal terkemuka pada masa kekhalifahan Ottoman, Turki sekarang ini.

Sepak terjang Kemal Reis sebagai laksamana yang gagah berani di laut lepas membuat Kesultanan Ottoman memberinya kedudukan tinggi di Angkatan Laut Kesultanan (1494). Kehadirannya membuat kekuatan Angkatan laut Kesultanan Ottoman semakin bertambah. Tak lama sejak Kemal Reis bergabung dengan Angkatan Laut Kesultanan, Piri Reis ikut bergabung pula, ia menjadi awak kapal pimpinan sang paman. Sesekali, ia dipercaya memimpin pasukan kecil.

Di tengah kesibukannya berlayar, Piri Reis sering menyempatkan diri pulang ke kampung halamannya. Di sana, ia mengisi waktu dengan menuliskan kembali kisah perjalanannya. Di kemudian hari, catatan perjalanan Piri Reis menjadi sebuah karya monumental yang dianggap sebagai panduan penting bagi dunia navigasi dan memperkaya ilmu geografi. Pada tahun 1513, Piri Reis telah menghasilkan sebuah peta dunia. Ia memetakan laut Atlantik dan sejumlah pantai di Eropa. Karyanya tersebut diberi judul I-Bahriye.

Peta Piri Reis yang mengagumkan tersebut sempat menghilang sekian ratus tahun. Peta tersebut ditandatangani oleh Piri Reis sendiri bertanggal Muharam 919 Hijriyah atau 9 Maret – 7 April 1513 Masehi. Tapi sayangnya, Peta yang tertulis di atas kulit rusa tersebut ditemukan hanya berupa cuplikan Peta berukuran 90 x 65 cm yang merupakan bagian dari Peta Dunia yang utuh. Dan hanya bagian itulah yang diketahui selamat hingga sekarang.

Pada tahun 1516-1517, Piri Reis diperintahkan memimpin pasukan Ottoman melawan Mesir. Dalam kesempatan ini, ia berlayar menuju Kairo, melalui Sungai Nil. Setelah tugasnya selesai, Piri Reis membuat sebuah karya yang menyerupai peta, yang berisi informasi detail tentang wilayah tersebut. Selain itu, ia juga menggambarkan semua hal yang dilihatnya selama dalam perjalanan, terutama tentang keelokan Sungai Nil.

Pada tahun 1520, terjadi pertempuran dahsyat antara pasukan Ottoman melawan pasukan Venesia. Saat itu, pasukan Ottoman berhasil memukul mundur pasukan musuh. Kekaisaran Ottoman pun memperoleh kemenangan yang besar. Sebagai salah satu pemimpin pasukan, Piri Reis ikut merasa senang, mesikupun tidak lama. Kegembiraannya berubah menjadi duka ketika mengetahui sang paman, Kemal Reis, gugur di medan pertempuran. Sebagai pengganti Kemal Reis, pihak Kekaisaran Ottoman kemudian menunjuk Piri Reis. Ia pun diangkat menjadi Laksamana Kesultanan Ottoman.

Di tengah kesibukannya sebagai laksamana, Piri Reis masih sempat meluangkan waktu untuk menulis kisah perjalanannya. Pada tahun 1528-1529, Piri Reis berhasil memetakan wilayah Barat Daya Atlantik. Sebuah wilayah yang disebut sebagai dunia baru dan terletak antara Venezuela hingga Greenland bagian selatan. Keberadaan peta ini melengkapi peta Piri Reis sebelumnya yang terdapat dalam I-Bahriye.

Piri Reis meninggal dunia pada tahun 1554 M, saat umurnya menginjak 90 tahun. Akhir hayatnya dilalui secara tragis  ia di hukum pancung oleh negara yang amat di cintainya.  Ia dihukum karena tidak mendukung penguasa Turky-Utsmaniyah untuk berperang melawan Portugis.

Piri Reis telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi ilmu pengetahuan, terutama ilmu geografi dan navigasi. Ia telah mewariskan peta dunia (I-Bahriye) terlengkap yang pertama pada dunia. Tidak hanya berguna bagi para pelaut Muslim, I-Bahriye juga berguna bagi pelaut bangsa Barat. Piri Reis, sang laksamana adalah pelaut yang telah mengharumkan nama Kesultanan Ottoman dan Islam. (Dari berbagai sumber/ZA)